JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Dicurhati Anak Down Syndrom Menangis Gara-Gara Potongan Rambutnya Tak Suai Harapan, Gubernur Ganjar: Kamu Hebat Lho!

162
Foto/Humas Jateng
loading...
Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Ada cerita menarik dari audiensi antara Gubernur Ganjar dengan kalangan orangtua maupun kalangan pemerhati anak-anak penderita down syndrom.

Meski usianya sudah 12 tahun, namun tingkah Dimas Adi Saputra masih seperti anak-anak. Didampingi ibunya, Detty Supriastuti, Dimas malu-malu saat bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dimas merupakan salah satu anak pengidap down syndrome di Jawa Tengah. Ia datang bersama ibunya yang menjadi ketua Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Jateng dan beberapa pengurus POTADS lainnya untuk beraudiensi dengan Ganjar.

Awalnya, Dimas hanya menggelendot di kaki ibunya dan tidak mau duduk sendiri. Namun bukan Ganjar namanya jika tidak mampu merayu anak-anak. Ia pun langsung mendatangi Dimas dan memintanya duduk di sampingnya.

Ganjar kemudian membisiki stafnya untuk mengambilkan bola dan mainan tradisional. Setelah diberikan, Dimas nampak semringah dan langsung akrab dengan Ganjar.

“Kamu suka bola tidak, wah ternyata suka. Ayo tos dulu,” kata Ganjar disambut senyum Dimas yang dengan santainya duduk bersila di atas kursi.

Dimas pun mulai berani menatap Ganjar dan tersenyum. Bahkan, ia langsung berani bercerita hal-hal yang dialaminya. Dengan bahasa terbata, Dimas menceritakan pengalamannya potong rambut dan menangis. Alasannya, potongannya tidak sesuai yang diharapkan.

Baca Juga :  Siap-siap Besok, Polda Jateng dan Semua Jajaran Polres Bakal Semprot Desinfektan Besar-Besaran di Semua Wilayah

“Oh potong rambut, bagus ya. Kenapa menangis, kalau salah kan dibetulkan bisa. Kamu hebat lho,” puji Ganjar.

Keseruan-keseruan lainnya terjadi saat Dimas diminta ibundanya memberikan syal kepada Ganjar. Bukannya dipakaikan kepada orang nomor satu di Jateng itu, Dimas justru mengenakannya sendiri.

Ganjar pun mengajak Dimas dan para pengurus POTADS untuk ngevlog. Lewat media itu, Ganjar memberikan semangat kepada orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome.

“Mereka anak-anak hebat yang harus terus didampingi,” katanya.

Upayakan Sskolah Inklusi

Humas POTADS Jateng, Margaritifera Listyakusumadewi menyampaikan, POTADS merupakan sebuah yayasan yang berpusat di Jakarta. POTADS Jawa Tengah merupakan cabang kesepuluh dan kini beranggotakan beranggotakan 250 orang tua yang memiliki anak down syndrome.

Dengan banyaknya anggota POTADS di Jawa Tengah, pihaknya meminta Pemprov Jawa Tengah memberikan perhatian khusus kepada anak dengan down syndrome, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja.

“Tiga hal itu sangat kami butuhkan. Kami berharap pemerintah dapat memenuhi usulan kami itu agar kami mendapat kemudahan,” ucapnya.

Diterangkan, di bidang kesehatan misalnya, selama ini anggotanya merasa kesulitan saat harus periksa ke rumah sakit. Karena banyak yang menggunakan BPJS, mereka harus mengantre lama.

Baca Juga :  Kabar Baik, 2 Pasien Positif Corona Dirawat RSUD Moewardi Solo dan Telogorejo Semarang Dinyatakan Sembuh

Di bidang pendidikan, selama ini banyak anak dengan down syndrome tidak dapat bersekolah di sekolah umum. Untuk itu, dia minta agar pemerintah mengupayakan ketersediaan sekolah inklusi lengkap dengan pendamping dan sarana prasarananya.

“Soal lapangan pekerjaan, sebenarnya anak-anak kami bisa dilatih untuk melakukan pekerjaan ringan. Selama ini, kami kesulitan mendapatkan akses itu. Itu yang kami harap dari pemerintah agar memenuhinya,” pungkas Margaritifera.

Ganjar menegaskan, pembangunan di Jawa Tengah berkonsep menyeluruh. Tidak boleh ada pihak yang tidak diakomodasi dalam pembangunan itu.

“Konsep No One Left Behind selalu kami terapkan. Untuk itu kami selalu membuka diri menerima usulan dari berbagai pihak, agar kebijakan yang kami ambil tidak salah,” ucap Ganjar. JSnews