JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penanganan Corona Sragen Ternyata Sudah Habiskan Rp 1,6 Miliar. Bupati Sebut Masyarakat Akan Diberi Hand Sanitizer!

Ilustrasi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau penanganan terhadap pasien PDP Corona Virus dalam simulasi di RSUD Sragen, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau penanganan terhadap pasien PDP Corona Virus dalam simulasi di RSUD Sragen, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyatakan telah menghabiskan dana hingga Rp 1,6 miliar untuk penangananan antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Jumlah tersebut sudah melebihi separuh dari total anggaran cadangan pemkab yang dialokasikan khusus untuk penanganan Corona sebesar Rp 3 miliar.

Hal itu terungkap saat digelar rakor lintas OPD untuk penanganan corona virus di Ruang Sukowati, Pemkab Sragen, Jumat (20/3/2020). Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan untuk penanganan Corona, Pemkab dirasa tak perlu menggeser anggaran.

Sebab ketersediaan dana tak terduga yang ada di Pemkab sudah memadai. Yakni sekitar Rp 3 miliar dan sejauh ini sudah digunakan separuhnya.

“Kita gunakan dana cadangan yang kita miliki. Kita punya dana cadangan Rp 3 miliar, untuk tahap pertama ini kita sudah belanjakan Rp 1,6 miliar,” paparnya kepada wartawan.

Bupati menjelaskan dana sebesar Rp 1,6 miliar tersebut digunakan untuk belanja berbagai barang terkait pencegahan penyebaran virus Corona.

Baca Juga :  Berikut Identitas Lengkap 4 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Satu Orang Masih Bocah, Dua dari Sumberlawang!

Di antaranya disinfektan, hand sanitizer, masker, termometer serta pemindai suhu. Pemkab akan membagikan hand sanitizer ke masyarakat, sebagai salah satu kampanye pencegahan Corona.

“Hand sanitizer akan dibagikan ke masyarakat. Memang tidak akan cukup tapi ini setidaknya akan memberikan pemahaman kepada masyarakat, ayo sama- sama, mereka juga harus bisa mandiri buat. Kita kasih contoh,” terangnya.

Yuni menyadari, dana cadangan sebesar Rp 3 miliar ini tidak akan cukup, terutama jika masa tanggap darurat Corona diperpanjang.

Terlebih, ada usulan pemberian insentif bagi gugus tugas terkait penanganan Corona. Yuni juga mengaku terus berkoordinasi dengan DPRD Sragen terkait penganggaran ini.

“Masalah penganggaran inilah yang harus smooth supaya nanti tidak terjadi kecurigaan dan pelanggaran yang sebenarnya kepala daerah tidak ingin melakukan itu tapi nanti ada salah persepsi. Makanya kita koordinasi terus dalam penganggaran ini baik dengan DPRD maupun dengan APH (aparat penegak hukum),” terang Yuni.

Baca Juga :  Raup 5 Parpol Besar, Kans Pasangan Yuni-Suroto Makin di Atas Angin di Pilkada Sragen 2020. Golkar Juga Berharap Bisa Lawan Kotak Kosong!

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto menambahkan tidak menutup kemungkinan nantinya Pemkah akan menaikkan anggaran penanganan Corona.

Hal ini didasari situasi masyarakat Sragen yang dinilai belum benar-benar menerapkan social distancing. Sehingga diperlukan langkah antisipasi jangka panjang, jika nanti virus Corona semakin merebak.

“Masih banyaknya orang yang suka kumpul-kumpul, hajatan juga masih banyak. Ini yang perlu proses pembelajaran dan antisipasi karena persebaran virus inikah kita nggak tahu. Jadi anggaran tak terduga akan kita naikkan, ini sedang kita perinci lagi,” terangnya.

Hingga Jumat (20/3/2020), data yang dirilis Pemprov Jateng, total ada 222 warga Sragen berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 2 pasien dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona di Sragen. Wardoyo