JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pengakuan Mustakim, Karyawan Dealer Nusantara Sakti Sragen Yang Bikin Geram Para Korban. Uang Miliaran Habis Untuk Gali Lobang Tutup Lobang, Kapolres: Bosmu Tahu Nggak?

Mustakim, karyawan dealer Nusantara Sakti Motor Sragen penipu ratusan korban saat dikeler polisi di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG20200310121551 816x612 1
Mustakim, karyawan dealer Nusantara Sakti Motor Sragen penipu ratusan korban saat dikeler polisi di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Karyawan Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen, Mustakim (39) yang ditetapkan tersangka kasus penipuan ratusan konsumen, membuat pengakuan mengejutkan.

Saat dihadirkan di Mapolres Sragen, karyawan asal Dukuh Mantup RT 5, Desa Bendo, Sukodono itu mengakui uang miliaran yang diraup dari ratusan konsumennya, habis untuk gali lubang tutup lubang atau nutup angsuran.

“Uangnya untuk gali lubang tutup lubang. Kebutuhan hidup dan perputaran (angsuran),” katanya saat ditanya ke mana saja aliran uang miliaran oleh Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo, Selasa (10/3/2020).

Sontak saja, jawaban karyawan yang mengaku sebagai leader marketing di NSC Sragen itu membuat para korban yang ikut hadir di belakang, nyeletuk dan melontarkan kecaman.

Mereka yang rata-rata tertipu belasan hingga puluhan juta itu menyangsikan jika uang setoran dari ratusan konsumen habis hanya untuk nambal tutup angsuran.

Meski diteriaki, Mustakim tetap tak bergeming. Ia bersikukuh tidak ada aliran uang selain untuk setoran angsuran.

Baca Juga :  2 Sekcam Tumbang Terpapar Covid-19, Kantor Kecamatan Sumberlawang dan Gemolong Sragen Ditutup Total Selama 10 Hari. 7 PNS Kontak Erat Langsung Diswab Massal

“Bosmu tahu nggak?,” tanya Kapolres lagi.

Mustakim tak menjawab. Ia hanya menggelengkan kepala dengan wajah menunduk. Sesekali matanya melirik ke arah para korban yang rata-rata sebenarnya adalah tetangga dan kerabatnya itu.

Mustakim kemudian mengatakan dirinya bekerja di Dealer Nusantara Sakti Sragen selama 10 tahun. Ia mengaku aksi penipuan berkedok promo potongan harga jutaan itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

Kapolres menguraikan untuk sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai 200 orang. Mereka menyetor uang ke tersangka antara Rp 15-20 juta sebagai pembelian cash motor dengan program promo akal-akalan yang ditawarkan Mustakim.

“Modusnya tersangka menjanjikan promo potongan Rp 4 juta untuk pembelian baru. Korban membayar lunas, tapi kemudian oleh tersangka dialihkan ke kredit. Uang setoran hanya dibayarkan antara Rp 4-5 juta saja untuk DP ke dealer,” terang Kapolres.

Baca Juga :  Ngeblong Lampu Merah, Bus EKA Ugal-Ugalan Gasak Mahasiswi di Proliman Terminal Lama Sragen. Korban Alami Robek Kepala 5 Sentimeter dan Kesadaran Menurun

Terkait jumlah total kerugian yang diderita korban, Kasat Reskrim AKP Supardi menyebut rata-rata kerugian per motor Rp 15-20 juta dengan total motor mencapai 200an.

“Silakan dikalikan,” katanya.

Dengan nominal Rp 20 juta kali 200an unit motor, diperkirakan Mustakim mengeruk Rp 4 miliar dari para korban.

Perihal dugaan keterlibatan dealer atau orang dalam, Kapolres menyebut sementara tidak ada. Dari pengakuan tersangka, aksi dilakukan atas inisiatif sendiri dan uang digunakan untuk keperluan hidup dan gali lubang tutup lubang.

Meski demikian, pihaknya masih akan terus mendalami kasus ini. Pihaknya meminta kepada masyarakat jika memang merasa menjadi korban dan ada bukti, silakan melapor ke Polres.

“Sementara tidak ada (keterlibatan). Karena semua ini kerjanya daripada Mustakim,” kata Kapolres.

Meski korban mencapai ratusan dan kerugian miliaran, Mustakim hanya dijerat dengan pasal 372 Jo 378 tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Wardoyo