loading...

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah video berdurasi 41 detik yang menayangkan beberapa petugas medis mensalatkan seorang pasien corona yang telah meninggal dunia viral di media sosial twitter.

Video itu diunggah oleh akun twitter @Cobeh09 pada hari Jum’at lalu (20/3/2020), kini telah ditonton sebanyak 46,4 ribu tayangan, 3.636 likes, dan 1.749 retweet.

Dalam video tersebut, terlihat enam petugas medis dengan pakaian APD lengkap sedang dalam sebuah ruangan bersama dengan jenazah pasien covid-19 yang ditidurkan di atas ranjang pasien.

Mereka bahu membahu memosisikan jenazah itu kearah kiblat untuk disolatkan.

Dua diantara petugas medis itu kemudian menggelar salat jenazah terhadap pasien itu, sementara yang lainnya terlihat menepi ke sisi lain ruangan itu.

Oleh warganet, perlakuan petugas medis terhadap jenazah tersebut mendapatkan pujian.

Baca Juga :  Sampai H+7 Lebaran, Petugas Putar Balik 3.400 Kendaraan yang Akan Keluar Jateng

Mereka terharu dibalik tugas, tanggung jawab dan resiko petugas medis sebagai garda terdepan yang menangani pasien covid-19, namun masih mau memperlakukan jenazah dengan sangat baik.

Tak hanya memuji, warganet juga memanjatkan do’a untuk tim medis agar mereka senantiasa sehat dan terlindung dari bahaya virus itu saat menjalankan tugasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam untuk mengeluarkan fatwa dalam penanganan jenazah yang terinfeksi virus corona.

MUI pun kemudian memenuhi permintaan itu melalui fatwa bernomor 17 tahun 2020 yang dikeluarkan beberapa hari yang lalu, Senin (16/3/2020).

Baca Juga :  Teten: Usulan Kemenkop Bikin Marketplace Sendiri, Itu Hanya Lelucon

Fatwa yang ditandatangani oleh Ketua Komisi Fatwa Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh, menjelaskan tentang kewajiban untuk tetap menunaikan shalat bagi tenaga medis yang menggunakan APD.

Fatwa kedua yang dikeluarkan oleh MUI mengenai perlakuan terhada jenazah pasien covid-19.

Dilansir dari wartakota.tribunnews.com, dalam salinan fatwa MUI pada poin ke-7 disebutkan bahwa pengurusan jenazah yang terpapar covid-19, terutama dalam hal memandikan dan mengkafani harus sesuai dengan protokol dari tim medis.

Pelaksanaan kedua perlakuan terhadap jenazah itu pun dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syari’at.

Dalam hal menshalatkan dan menguburkan, MUI juga menetapkan hal tersebut untuk dilakukan sebagaimana biasanya.

Namun, perlakuan itu harus tetap menjaga penularan virus agar tidak ikut terpapar.

www.tribunnews.com