JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Virus Corona Pengaruhi Inflasi di Solo

Ilustrasi grafik investasi. Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Solo mencatatkan wabah virus Corona saat ini sedikit banyak berpengaruh pada angka inflasi di Solo Bulan Februari 2020. Inflasi Bukan Februari di Solo sebesar 0,41 persen.

“Meskipun tidak memberikan dampak langsung, namun virus Korona memberikan pengaruh besar terhadap inflasi tersebut. Terlebih virus Corona mulai mewabah Januari hingga Februari dan sampai saat ini belum berakhir, ” papar Kepala BPS Solo, Totok Tavirijanto, Kamis (5/3/2020).

Baca Juga :  FPI Bandingkan Kerumunan Rizieq dan Gibran Saat Pendaftaran Pilkada, Begini Jawaban Kapolresta Solo

Virus Corona sendiri menyebabkan pasokan bahan kebutuhan pokok dari China berkurang. Salah satu yang terpengaruh yaitu pasokan komoditas bawang putih. Pasalnya, sebagian besar pasokan bawang putih di Solo berasal dari Tiongkok.

“Komoditas bawang putih memberikan andil sebesar 0,19 persen pada inflasi bulan Februari 2020. Kami juga mencatat adanya komoditas lain penyebab inflasi seperti semangka, cabai merah, beras. Ada juga daging ayam yang juga ikut penyumbang inflasi dengan nilai tidak banyak,” tukasnya.

Baca Juga :  Kader HW, IMM dan Tapak Suci UMS Bentangkan Merah Putih dan Bendera Muhammadiyah di Tebing Sepikul Sukoharjo Semarakkan Milad ke-108 Persyarikatan

Totok menambahkan, beberapa upaya telah dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Diantaranya dengan melakukan operasi pasar komoditas bawang putih.

“Karena pasokan bawang putih di Solo dan bahkan Indonesia sebagian besar datang dari China. Ke depan kami berharap bawang putih tidak lagi mahal dan stoknya normal sehingga tidak lagi menjadi penyebab inflasi kembali di bulan Maret,” tukasnya. Prihatsari