JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bangkitkan Psikis Warga, Pemdes Wonorejo Sragen Gandeng Perangkat dan Karang Taruna Terjun Sosialisasi ke Warga dan Gelar Penyemprotan Desinfektan 16 RT

Tim Pemdes dan Karang Taruna Wonorejo Kedawung saat melakukan sosialisasi pencegahan corona dan penyemprotan desinfektan keliling desa. Foto/Wardoyo

loading...
Tim Pemdes dan Karang Taruna Wonorejo Kedawung saat melakukan sosialisasi pencegahan corona dan penyemprotan desinfektan keliling desa. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Wabah covid-19 atau corona virus yang kasusnya kian hari kian meningkat secara nasional dan daerah, rupanya menghadirkan efek psikis bagi masyarakat di pedesaan.

Seperti di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Sragen. Wabah corona yang kian hari kasusnya kian meningkat secara nasional, berdampak membuat psikologis warga menjadi terguncang.

Prihatin dengan kondisi itu, Kades dan perangkat desa setempat langsung berinisiatif melakukan sosialisasi.

Selain berkeliling ke lingkungan, mereka juga menyambangi rumah ke rumah untuk memberikan pemahaman dan penguatan psikologis.

“Kami bersama perangkat, lembaga desa dan karang taruna terus melakukan sosialisasi ke warga. Kami berikan edukasi tentang corona utamanya pencegahan. Karena adanya wabah corona ini secara psikis memang membuat warga apalagi di pedesaan sedikit agak drop Mas. Makanya kita edukasi untuk memberikan pemahaman dan menguatkan moral mereka biar tenang,” papar Kades Wonorejo, Mulyono, Kamis (2/4/2020).

Baca Juga :  Kesaksian Pasien Positif Covid-19 dari Klaster Ijtima Gowa asal Kedawung Sragen Sebulan Lebih Jalani Karantina Mandiri di Gedung SMS. Mengaku Sempat Lemas, Selama Sebulan Rasakan Begini!

Selain sosialisasi, pihaknya juga menggerakkan karang taruna dan warga melakukan penyemprotan desinfektan ke 16 RT di wilayah desanya.

Dalam waktu dekat, Pemdes juga akan memberikan bantuan hand sanitizer kepada warga. Menurut Kades, semua upaya itu untuk memberikan ketenangan psikis kepada warga bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk melakukan ikhtiar agar wabah corona segera berakhir.

“Edukasi itu sangat penting karena pemahaman masyarakat tentang corona masih belum begitu faham dan sebagian masih simpang siur,” tuturnya.

Baca Juga :  Fakta Lengkap dan Kronologi Petugas Medis di Sragen Diteror dan Diancam Usai Jemput Pasien Positif Covid-19. Ternyata si Pasien Sempat Menolak Dikarantina, Bahkan Nekat Ibadah ke Masjid

Kades Mulyono menambahkan saat ini, Pemdes juga sudah memesan perangkat penyemprot desinfektan otomatis. Perangkat itu nantinya dilengkapi dengan sensor untuk sasaran benda atau barang.

“Dari tim Pemdes, setelah ada pelaku perjalanan (PP) akan langsung kita data, kira amati selama kurun 14 hari. Setelah masa 14 hari tidak ada gejala atau keluhan, baru kita lepas. Semua PP kita datangi dan berikan pemahaman,” tukasnya.

Ditambahkan, untuk penyemprotan desinfektan, sejauh ini sudah habis 5 liter dan memberikan contoh ke warga bahwa penyemprotan tidaklah mahal biayanya. Wardoyo