JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Anggaran Recovery Dampak Corona di Wonogiri Capai 110 Miliar, Baru di Tahap Pertama Masih Bisa Bertambah Lagi

Bupati Wonogiri Joko Sutopo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Ternyata Pemkab Wonogiri telah menambah kesiapan anggaran lebih banyak lagi untuk recovery alias pemulihan dampak corona.

Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan mencapai Rp 110 miliar. Sebelumnya anggaran yang disiapkan adalah Rp 52 miliar.

Sumber anggaran berasal dari realokasi dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID). Anggaran itu diluar pos penanganan covid-19 senilai Rp 6 miliar.

Bupati Joko Sutopo menjelaskan, anggaran jaring pengaman sosial itu untuk penyediaan bantuan pangan bagi warga miskin yang belum tercover program lainnya. Dimana saat ini warga miskin di Wonogiri sekitar 333 ribu jiwa atau 116 ribu kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, 35 ribu KK terdaftar program keluarga harapan (PKH), sedangkan 69 ribu KK menerima BPNT. Sisanya sebanyak 47 ribu KK yang diproyeksi menerima bantuan program jaring pengaman sosial itu.

Baca Juga :  Catat Lur Ternyata Jumlah Tenaga Kesehatan yang Terkonfirmasi Positif COVID-19 Dari Klaster RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Mencapai Angka 79, Tapi yang Sudah Sembuh Hampir Setengahnya

“Awalnya memang kami siapkan 52 miliar, tapi kami lakukan realokasi lagi dan ketemu angka 110 miliar. Ini baru di tahap pertama,” jelas Bupati di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2020).

Selain warga miskin non penerima PKH dan BPNT, program recovery covid-19, rencananya juga menyasar warga yang berpotensi miskin dampak corona. Juga untuk pekerja sektor informal.

Baca Juga :  Alhamdulillah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

“Masih kami lakukan pendataan untuk warga yang berpotensi miskin maupun sektor informal. Nanti skema pemberian bantuannya seperti apa juga masih menanti, apakah seperti bantuan pangan non tunai atau lainnya,” ujar dia.

Seandainya anggaran sebesar itu masih kurang, pihaknya mengaku tidak khawatir. Masih ada anggaran yang bisa digunakan. Misalnya pengembalian anggaran lantaran penundaan Pilkada.

“Kalau penanganan saat ini masih menggunakan anggaran yang 6 miliar, seperti pengadaan APD. Jika nanti curva Pandemi menurun sambil menunggu basis data, anggaran recovery bisa dicairkan, sebelum Lebaranlah,” beber dia. Aria