JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Geger Kabar Ada Warga Megal Meninggal Dunia Positif Corona. Polres Kejar Pengunggah Postingan di GB, Warga Yang Disebut Ternyata Dinyatakan Sudah Sembuh dan Sehat!

Ilustrasi. Pixabay

ilustrasi odp corona
Ilustrasi. Pixabay

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Rembang digegerkan dengan beredarnya berita hoax yang menyebutkan ada warga positif corona dari Desa Megal, Kecamatan Pamotan meninggal dunia.

Padahal pasien kondisinya semakin membaik dan dinyatakan sembuh. Kabar itu pun membuat jajaran Polres langsung

Kapolres Rembang AKBP Dolly A. Primanto menyampaikan hal itu saat melaksanakan penyemprotan desinfektan serentak ke desa-desa, hari Selasa (31 Maret 2020).

Ketika berita itu beredar luas melalui facebook maupun pesan WA berantai, Polres Rembang langsung melakukan counter balik, melalui media sosial.

Sudah ada informasi dari otoritas kesehatan, bahwa yang bersangkutan tidak meninggal dunia. Kapolres memerintahkan tim patroli cyber untuk menelusuri penyebar kabar bohong tersebut.

Baca Juga :  Rel Kereta di Grobogan Terendam Air, Perjalanan Sejumlah Kereta Api Solo-Semarang Dialihkan

“Kami sampaikan secara manual maupun lewat Medsos kabar pasien meninggal dunia tidak benar. Pasien positif corona warga Kabupaten Rembang yang diisolasi di Semarang kondisinya justru semakin membaik. Makanya kita selidiki, dicek siapa yang menyebarkan hoax tetap kita kejar, “ tandasnya.

AKBP Dolly A. Primanto menambahkan sebagai bentuk nyata kepolisian ikut menangkal penyebaran virus corona, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab dan PT. Semen Gresik, mengerahkan mobil pemadam kebakaran, guna menyemprotkan desinfektan.

Yang menarik, Polres juga memodifikasi sendiri sarana pompa air dan bak penampung, dinaikkan ke atas mobil polisi. Diharapkan dengan ukuran mobil lebih kecil, dapat menjangkau masuk ke gang-gang sempit.

Baca Juga :  Awas, Tanah Permukiman dan Jalan-Jalan di Desa Banjaran Purbalingga Mendadak Retak dan Ambles. Pertanda Apa?

“Yang mobil Damkar dari Pemkab dan pabrik semen menyemprot dari jalan raya. Tapi hasil modifikasi dari Polres, kita arahkan lewat gang-gang sempit, sehingga jangkauannya lebih luwes, “ ungkap Kapolres.

Rombongan dari Polres dipecah menjadi dua kelompok. Kapolres didampingi Komandan Kodim dan Wakil Bupati menyusuri desa Ngotet, Weton dan masuk Turusgede.

Sedangkan rombongan lain melintasi kawasan dalam kota Rembang. Menurut Kapolres, penyemprotan desinfektan berfungsi efektif selama 72 jam atau 3 hari. JSnews