JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Begini Riwayat Perjalanan 2 Pasien Positif Covid-19 Asal Karanganyar. Bupati Sebut Sempat Dinyatakan Sehat, Satu Pasien Ternyata Teman PDP Yang Meninggal Asal Mojogedang!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan keterangan pers perkembangan terbaru covid-19 dengan dua warga dinyatakan positif, Jumat (10/4/2020). Foto/Wardoyo
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan keterangan pers perkembangan terbaru covid-19 dengan dua warga dinyatakan positif, Jumat (10/4/2020). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Fakta baru terungkap dari kasus dua warga Karanganyar, yang dinyatakan positif terpapar corona virus atau covid-19.

Ternyata kedua warga asal Desa Sewurejo Kecamatan Mojogedang dan Desa Paulan Kecamatan Colomadu itu sempat menjalani screening sepulang dari kegiatan Ijtima Ulama di Gowa, Sulsel akhir bulan lalu.

Keduanya sempat dinyatakan sehat sebelum kemudian hasil tes swab dari rumah sakit menunjukkan keduanya positif terjangkit covid-19.

Hal itu diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat konferensi pers di Karanganyar, Jumat (10/11/2020) petang.

Bupati mengungkapkan kedua warga itu terdeteksi ikut rombongan Ijtima’ ulama ke Gowa. Mereka diketahui kembali ke Karanganyar pada tanggal 25 maret 2020 lalu dengan menggunakan kapal laut.

Untuk pasien positif asal Desa Sewurejo diketahui merupakan rekan pasien PDP asal Mojogedang yang meninggal dunia di RS Moewardi Solo kemarin pagi.

Menurut bupati, saat perjalanan dari Gowa, yang bersangkutan memang sempat mengeluh pilek dan demam.

Sesampainya di Karanganyar, langsung menjalani perawatan. Setelah dirawat, dan dinyatakan sehat, yang bersangkutan pulang ke rumah sambil menunggu hasil swab. Ternyata, hasil  swab menyatakn positif covid-19.

Baca Juga :  Debut Baru Mengesankan, Kesebelasan Persika Karanganyar Sukses Beri Kemenangan Perdana Usai Libas PS Demak 2-0

“Sebenarnya setelah menjalani perawatan kondisinya sehat, namun hasil swab dinyatakan positif. Warga Sewurejo yang dinyatakan positif Covid-19 ini merupakan rekan sesama peserta Ijtima’ yang  meninggal dunia dengan status PDP pada hari Jumat (10/04/2020) dinihari,” papar Bupati.

Sedangkan kasus warga positif di Desa Paulan Kecamatan Colomadu juga sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Bupati menegaskan saat itu yang bersangkutan juga sempat dinyatakan sehat. Akan tetapi ternyata hasil tes swab-nya juga secara mengejutkan menunjukkan positif covid-19.

“Keduanya akan kita lakukan pemeriksaan ulang. Kita berharap, dalam pemeriksaan kedua ini, hasilnya negatif. Terhadap kedua warga yang dinyatakan positif ini kita lakukan isolasi, termasuk warga sekitar yang sempat melakukan kontak. Kita akan mengirim logostik selama masa isolasi,” terang Bupati Yuli.
Dua warga itu dilaporkan positif itu diketahui berdomisili di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang dan satu lagi berasal dari Desa Paulan, Kecamatan Colomadu.

Baca Juga :  Kunjungi Karanganyar, Wakil Gubernur Taj Yasin Ungkap Pemicu Mengapa Jumlah Kematian Pasien Positif Covid-19 di Jateng Melonjak Tajam!

Kedua warga yang positif covid-19 itu semuanya berjenis kelamin laki-laki.
Untuk warga positif asal Desa Sewurejo diketahui tinggal bersama istrinya.

Sedangkan warga positif asal Desa Paulan tinggal bersama istri dan 3 orang anak.

Di hadapan awak media, Bupati menyampaikan kabar bahwa perkembangan terakhir penanganan dan penanggulangan covid-19, memang ada dua warga yang dinyatakan positif.

Hal itu diketahui dari hasil uji lab dan tes swab terhadap keduanya. Dari hasil swab, menunjukkan keduanya positif terpapar corona virus atau covid-19.

“Berdasarkan hasil swab yang diterima, ada dua warga Karanganyar yang dinyatakan positif covid-19. Satu dari Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang dan satu warga yang berasal dari Desa Paulan Kecamatan Colomadu,” papar Juliyatmono, Jumat (10/4/2020) petang.

Menurut bupati, selama ini Pemkab telah berupaya secara maksimal untuk melakukan pencegahan covid-19. Namun pihaknya juga tidak menyangka jika ada yang kemudian positif terpapar covid-19.

“Selama ini sebenarnya kita telah berupaya secara maksimal untuk melakukan pencegahan  Covid-19,” tuturnya. Wardoyo