JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Belum Tetapkan PSBB, Jateng Siapkan Lokasi Isolasi Bagi Pemudik dari Zona Merah

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat bertemu dengan para teman masa kecilnya saat open house di Tawangmangu. Foto: Tribunnews.com




SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Sebagai salah satu daerah tujuan para pemudik, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sampai saat ini belum memberlakukan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Padahal, para prmudik yersebut datang dari Jakarta yang menjadi pusat penyebaran Virus Corona di Indonesia.

Meski belum memberlakukan PSBB, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi pada pihak terkait soal datangnya para pemudik.

“Ada beberapa cara, kita sosialisasi, kita paham betul akhirnya akan seperti apa. Dari mana sih datangnya, datangnya dari sumber-sumber di zona merah,” ujarnya, Jumat (10/4/2020).

Ganjar menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan berbagai rencana terkait kedatangan pemudik di tengah wabah Virus Corona.

“Karena keputusannya sudah seperti ini maka kita menyiapkan plan B, plan C, plan D, untuk apa untuk mendata, untuk apa untuk menyiapkan tempat sosialisasi, untuk apa untuk menyiapkan logistik,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya sudah berdiskusi dengan Pemerintah Pusat terkait wacana PSBB di Jawa Tengah.

“Di dalam rapat dengan kementerian satu per satu kita bicarakan bagaimana politik anggaranya, bagaimana masalah sosialnya, bagaimana masalah kesehatannya,” ujarnya.

Ganjar menegaskan tak akan berjalan sembrono. Melainkan, dirinya akan menggunakan berbagai perhitungan terkait PSBB.

“Misal kita butuh analisis kira-kira paling efektif mana sih yang paling memungkinkan secara cultural, secara sosial, secara dan penegakan hukum seperti apa yang sesuai dengan data-data yang kita miliki,” ungkap mantan Anggota DPR RI ini.

Ganjar menegaskan pihaknya sudah siap untuk menyediakan tempat isolasi khusus serta para tenaga medis.

“Ya kita tangani jangan ikut-ikut panik, ya kita tangani maka kita siapkan seperti isolasi, kita siapkan tempat isolasi dan Kades-kades hari ini bergerak menyiapakan tempat isolasi khusus.
Dokter, perawat,bidan, RT, RW semuanya kita gerakkan,” ungkap Ganjar.

Mau tidak mau langkah tersebut diambil lantaran dirinya juga tak bisa mencegah.

“Kan memang kita tidak bisa melakukan tindakan yang luar biasa dari zona merah kan,” imbuhnya.

Ganjar mengatakan, dirinya sempat usul agar jangan sampai orang yang berada di Jabodetabek keluar dari wilayah tersebut.

www.tribunnews.com



Baca Juga :  52 Santri Positif Covid-19, Ponpes Nurul Hidayah Langsung Dilockdown. Tiga Jalan Masuk Diportal, Kapolres Terjun Beri Bantuan