JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bikin Haru, Anak dari PDP Corona Yang Meninggal asal Colomadu Karanganyar Hanya Boleh Menyaksikan Jarak 50 Meter Saat Jenazah Bapaknya Dimakamkan..

Ilustrasi Pemakaman jenazah PDP Corona. Foto/Humas Polda Jateng
Ilustrasi Pemakaman jenazah PDP Corona. Foto/Humas Polda Jateng

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Prosesi pemakaman warga berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, yang meninggal Minggu (12/4/2020) pagi menyisakan cerita haru.

Proses pemakaman bapak dua anak itu dilakukan langsung oleh petugas rumah sakit. Saat prosesi pemakaman semua berlangsung steril dari warga dan petakziah.

Warga hanya menggali dan menyiapkan liang kubur saja. Sesangkan semua proses pemakaman dilakukan petugas rumah sakit dengan pakaian alat pelindung diri (APD).

Bahkan, anak almarhum dan satu kerabat yakni adik almarhum yang hadir, hanya bisa menyaksikan dari jarak 50 meter dan tak boleh mendekat.

“Proses pemakaman hanya dihadiri 1 anak dan 1 adik. Mereka tidak mendekat tapi tetap jaga jarak, berada sekitar 50 meter dari lokasi pemakaman,” papar Kades Gawanan, Colomadu, Murdiyanto kepada wartawan, Minggu (12/4/2020).

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , pasien PDP itu diketahui berjenis kelamin laki-laki. Korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD dr Moewardi Solo.

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

Kades Murdiyanto mengungkapkan PDP yang meninggal tersebut memang warganya. Yang bersangkutan merupakan salah satu peserta Ijtima’ ulama yang berlangsung di Gowa beberapa waktu lalu.

Almarhum diketahui kembali ke Karanganyar pada tanggal 25 Maret 2020. Sebelumnya, salah satu peserta  Ijtima’ ulama asal Desa Sewurejo juga meninggal dunia dengan status PDP.

Menurut Murdiyanto menguraikan pemakaman dilakukan pukul 10.30 WIB di pemakaman umum desa setempat.

Almarhum diketahui berusia 60 tahun dan memiliki dua anak. Sebelum dimakamkan, jenazah tidak disemayamkan ke rumah duka. Akan tetapi dari rumah sakit, langsung dibawa ke lokasi pemakaman.

“Almarhum langsung dimakamkan dan tidak disemayamkan di rumah duka. Warga hanya menggali kubur, sedangkan seluruh proses pemakaman sesuai dengan protokol Covid-19  yang dilakukan oleh petugas dari rumah sakit Moewardi,” tandasnya.

Murdiyanto menguraikan almarhum sebelumnya memang ikut Ijtima Ulama di Gowa, Sulsel bulan lalu. Setelah pulang dari Gowa pada tanggal 25 Maret 2020 lalu, lalu melakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 362. Sebanyak 90 Pasien Dirawat, Jumlah Meninggal Sudah Mencapai 64 Orang

Kemudian langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. Setelah isolasi selama 14 hari, almarhum kemudian dijemput oleh petugas dari rumah sakit Moewardi, Solo sekitar satu minggu lalu atau minggu pertama bulan April.

Almarhum gagal bertahan dan akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (12/04/2020) pukul 05.00 WIB.

“Almarhum juga telah melakukan isolasi mandiri. Namun sekitar seminggu yang lalu, almarhum dijemput oleh petugas rumah sakit Moewardi  untuk menjalani perawatan lanjutan. Namun dalam perawatan, almarhum meninggal dunia,” ujarnya.

Ditambahkannya, almarhum tidak disemayamkan di rumah duka dan langsung dimakamkan ke pemakanan desa Gawanan dengan protokol penanganan Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwanti membenarkan meninggalnya pasien berstatus PDP corona asal Colomadu tersebut.

“Iya, benar (ada PDP asal Colomadu) meninggal dunia,” paparnya dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (12/4/2020). Wardoyo