JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

BREAKING NEWS! Anak dan Cucu 2 Warga Positif Covid-19 Asal Sragen Dinyatakan Positif dari Hasil Rapid Test. Yang Satu Balita, Satunya Berusia 7 Tahun!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menyampaikan situasi covid-19 terkini dan hasil rapid test 12 warga dengan riwayat kontak erat dengan dua pasien positif, Selasa (14/4/2020). Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menyampaikan situasi covid-19 terkini dan hasil rapid test 12 warga dengan riwayat kontak erat dengan dua pasien positif, Selasa (14/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 12 warga dengan kontak erat terhadap dua pasien positif covid-19 asal Kedungupit dan Mojomulyo, Kecamatan Sragen, telah diperiksa dan dilakukan rapid test.

Hasilnya, dua orang diketahui menunjukkan hasil positif. Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2020) siang.

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Hargiyanto, Yuni mengatakan dari tindaklanjut setelah hasil tes swab 2 warga positif, tim sudah bergerak melakukan pelacakan atau tracking.

Pelacakan dilakukan terhadap orang yang sempat melakukan kontak erat dengan kedua pasien positif berjenis kelamin perempuan berusia 47 tahun dan pasien positif berjenis kelamin laki-laki berusia 39 tahun itu.

‘Hasilnya ada 12 orang yang didata sempat melakukan kontak sangat erat. Dari 12 itu kemarin sudah dilakukan rapid test dan hasilnya ada dua positif dan 10 negatif,” papar Bupati.

Baca Juga :  Berikut Daftar 24 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Paling Banyak dari Gemolong, Ngrampal, Tanon dan Kalijambe!

Bupati Yuni menguraikan dua yang rapid testnya positif itu semuanya masih anak-anak. Yang satu anak balita berusia 1 tahun empat bulan, yang merupakan putra dari pasien positif laki-laki.

Satunya lagi adalah seorang anak berusia 7 tahun yang diketahui merupakan cucu dari pasien positif perempuan.

“Saat ini kondisinya yang anak 1,4 tahun itu dalam keadaan batuk tapi tidak disertai demam dan pneumonia. Yang usia 7 tahun, dia sehat dan tidak ada keluhan klinis apapun,” terang Yuni.

Kedua anak itu tetap akan kembali dirapid test dalam beberapa hari ke depan. Setelah itu mereka juga akan dilakukan tes swab dengan dasar hasil rapid test tersebut.

Sebagai tindaklanjut hasil rapid test 2 anak positif itu, pihaknya sudah berdiskusi dengan Tim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tentang alur bagan tata laksana penanganan anak terduga covid-19.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

Hasilnya, dari bagan tata laksana, didapatkan kesimpulan jika ada anak terduga covid-19 tidak menunjukkan gejala mengarah pneumonia maka penanganannya adalah dengan isolasi mandiri.

Selama isolasi mandiri diperhatikan kecukupan gizinya, pakai masker dan berperilaku hidup bersih sehat.

Tapi apabila dalam perkembangannya nanti ada gejala disertai pneumonia, maka harus dirawat di rumah sakit.

“Tadi dari IDAI juga menyampaikan bahwa tingkat kematian atau mortality rate kasus covid-19 pada anak sangat rendah. Kemudian anak dengan covid-19 tidak akan bisa menularkan pada orang lain baik itu usia anak maupun usia dewasa,” terangnya.

Sementara, terhadap 10 orang dengan kontak sangat erat dan negatif saat dirapid rest, Bupati memastikan mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri.

Pemkab dan tim medis akan terus melakukan pemantauan guna memastikan perkembangannya. Wardoyo