JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Cabaca Jadi Alternatif Membaca yang Ramah Lingkungan

Dok Cabaca.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Guna mengurangi konsumsi kertas, Cabaca.id sebagai Startup yang bergerak dalam bidang online publishing, gencar memberikan program menarik agar bisa menyebarkan kebiasaan membaca buku dalam bentuk digital.

Co-Founder Cabaca, Fatimah Azzahrah, dalam rilisnya ke Joglosemarnews menjelaskan, sejak pertama dirilis Oktober 2017, pengguna Cabaca saat ini sudah mencapai 50.000 orang dengan jumlah buku sekitar 240 judul.

“Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai genre seperti teenlit, romance, horror, tips and trick, hingga buku motivasi yang bisa diakses menggunakan gadget,” ujarnya.

Fatimah mengatakan, kehadiran Cabaca menjadi salah satu alternatif untuk menahan laju pertumbuhan konsumsi kertas di Indonesia yang terbilang cukup memprihatinkan.

Baca Juga :  Terhasut Ajakan 'Hitamkan Solo' 6 Remaja Anggota PSHT Asal Ngawi dan Karanganyar Diamankan di Kawasan Manahan

Ia memaparkan, Indonesia adalah produsen kertas nomor enam di dunia dengan total produksi mencapai 7,98 juta ton kertas pada tahun 2016.

Sedangkan konsumsi kertas pada tahun 2016 mencapai 394 juta ton dan diproyeksikan akan naik menjadi 490 juta ton per tahun 2020.

“Banyaknya jumlah pohon yang harus ditebang untuk memenuhi konsumsi kertas terbilang cukup fantastis,” bebernya.

Penggunaan e-book, menurut Fatimah, disinyalir lebih efektif dalam meningkatkan minat baca di Indonesia. Hal tersebut karena pengguna bisa mengakses e-book dengan mudah dan bisa dilakukan di mana saja.

Kemudahan tersebut diadopsi Cabaca dengan menciptakan bacaan berkualitas yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja, dengan harga murah.

Baca Juga :  Pemkot Solo Cicil Perbaikan Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

“Cabaca juga menciptakan program menarik seperti Jam Baca Nasional yang membebaskan pengguna untuk membaca secara gratis,” ujarnya.

Platform membaca digital seperti Cabaca, jelas Fatimah, menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang mau mencoba namun tidak memiliki akses bacaan.

“Ke depannya diharapkan membaca bisa jadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia, meski tidak dalam bentuk buku cetak, sekaligus demi mengurangi konsumsi kertas,” jelasnya, sebagaimana dikutip dalam rilis yang dikirim Cahya Laelatul Rizqi selaku Community, Media and Public Relations Cabaca.id ke Joglosemarnews. suhamdani