JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gara-Gara Ulah Pasien Perempuan Positif Covid-19 Berbohong dan Keluyuran Sampai Sragen, 310 Warga Satu RW Jadi Korban dan Harus Isolasi Mandiri 14 Hari. 76 Petugas Medis Juga Jalani Pemeriksaan

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Perilaku perempuan positif corona asal Geyer, Grobogan, yang berbohong dan masih keluyuran, akhirnya memakan korban.

Sebanyak 310 orang dalam satu rukun warga (RW) Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang merupakan tetangga satu kampungnya terpaksa kena getahnya.

Mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari karena terlacak berdomisili di sekitar rumah pasien perempuan berusia 47 tahun itu.

Camat Geyer, Aries Ponco Wibowo menyampaikan, karantina mandiri harus dilakukan 129 keluarga dalam RW tersebut.

Mereka adalah warga yang berdomisili paling terdekat dengan rumah pasien Covid-19.

“Ratusan orang yang jalani isolasi mandiri ini merupakan warga satu RW.Langkah ini juga atas kesadaran masyarakat demi memutus rantai penyebaran Covid-19,” papar Aries, Senin (13/4/2020).

Menurutnya, sudah dilakukan serangkaian persiapan sebelum ratusan orang warganya itu menjalani isolasi mandiri.

Di antaranya yaitu penyemprotan disinfektan dan pembagian paket sembako untuk kebutuhan logistik warga selama menjalani isolasi mandiri.

Paket sembako ini berasal dari bantuan Pemkab Grobogan berupa 20 kilogram beras, 20 bungkus mie instan, satu liter minyak goreng, dan 1,5 kilogram telur.

“Bantuan sembako sudah disalurkan hari Minggu kemarin. Diharapkan warga merasa tenang dan tidak keluar rumah untuk membeli bahan pangan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr Slamet Widodo, mengatakan, pelaksanaan isolasi mandiri untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 menyusul pasien positif tersebut sempat dipulangkan sebelum hasil swab keluar.

“Sebelum pelaksanaan itu, sudah ada sosialisasi terlebih dahulu mengenai teknisnya,” jelas Slamet.

Sementara itu, sambung Slamet, 76 pekerja RSUD dr Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, Grobogan, yang kontak dengan pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Geyer masih secara bertahap menjalani rapid test.

Untuk diketahui, satu orang warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Baca Juga :  Wouw... Hutan Tinjomoyo Bakal Dilengkapi Jembatan Kaca

Perempuan 46 tahun tersebut tercatat berdomisili di Desa Bangsri, Kecamatan Geyer.

“Hasil swabnya baru keluar dan dinyatakan positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr Slamet Widodo.

Slamet selaku Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Grobogan menyampaikan, sebelumnya perempuan itu berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) di RSUD dr Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, Grobogan.

Pasien ini menjalani perawatan medis secara intensif sejak Selasa (24/3/2020).

Pada Kamis (2/4/2020) diperbolehkan pulang dengan edukasi menjalani isolasi mandiri.

Pasien ini kemudian kembali ke RSUD dr Soedjati Soemodiardjo untuk menjalani kontrol pada Selasa (7/4/2020).

“Secara klinis sudah tidak ada keluhan. Karena hasil swab positif, hari ini kami jemput untuk diisolasi dan jalani swab kembali di RSUD dr Soedjati Soemodiardjo. Tentunya yang kontak dengan dia akan jalani rapid tes,” kata Slamet.

Menurut Slamet, pasien ini sebelumnya adalah TKW dari Hongkong dan pulang ke Indonesia pada Desember.

Pada Maret 2020 pasien ini juga memiliki riwayat perjalanan ke Yogyakarta.

“Setelah itu sakit dan dirujuk ke RSUD dr Soedjati Soemodiardjo. Keluhan batuk, pilek dan demam,” terang Slamet.

Sebanyak 76 pekerja RSUD dr Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, Grobogan yang kontak dengan pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Geyer dijadwalkan akan segera jalani rapid test.

Wakil Direktur RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, Titik Wahyuningsih, mengatakan, pasien asal Desa Bangsri tersebut tidak jujur saat dimintai keterangan.

Dia awalnya mengaku tidak pernah pergi ke luar negeri maupun daerah yang statusnya zona merah Covid-19.

Dari keterangan inilah, pasien tersebut selanjutnya dirawat di salah satu kamar perawatan yang ada di bangsal Aster.

Selama dirawat, pasien berusia 47 tahun itu juga ditangani dokter spesialis penyakit dalam.

Baca Juga :  Jualan Sepi Dampak Pandemi Covid-19, Tukang Pentol Goreng Asal Tangen Nekat Bunuh Diri Terjun dari Jembatan Sapen. Padahal Anak Keduanya Masih Bayi

Kemudian, kondisinya juga diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis paru.

Dari pemeriksaan dokter spesialis ini, kondisi pasien ada pneumonia.

“Setelah ditanya lebih lanjut akhirnya pada 30 Maret, pasien baru mengaku kalau pulang dari luar negeri dan sempat main ke Jogja. Setelah menyampaikan keterangan itu, pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Setelah sehat, pasien itu diperbolehkan pulang pada 2 April dan diminta isolasi mandiri di rumah,” ungkap Titik, Jumat (10/4/2020).

Pasien ini sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji di laboratorium di Yogyakarta.

Kemudian, hasil uji swab menyatakan kalau pasien itu positif Covid-19.

“Ada 76 orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu mulai tanggal 24 sampai 30 Maret. Mereka ini akan kita rapid test. Di antaranya petugas pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan,” ungkap Titik.

Sementara itu, Bupati Grobogan, Sri Sumarni menyayangkan ketidakjujuran pasien itu dalam memberikan keterangan kepada petugas medis.

Akibatnya banyak pihak yang kelimpungan.

“Tolong kepada masyarakat agar memberikan keterangan yang jujur pada petugas medis saat diperiksa.

Sampaikan saja jujur jangan berbohong. Dengan menyampaikan keterangan yang benar maka bisa dilakukan tindakan yang tepat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan, selain di lingkup pekerja RSUD, pihaknya juga akan melakukan tracing kepada siapa saja yang sebelumnya pernah kontak dengan yang bersangkutan.

Seperti, keluarga, kerabat tetangga, serta pasien lain yang sempat berada satu kamar perawatan di Bangsal Aster RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinkes Sragen untuk tracing, sebab pasien positif Covid-19 itu sempat periksa ke dokter yang ada di wilayah Sragen yang aksesnya cukup dekat dengan desa Bangsri,” pungkas Slamet.

www.tribunnews.com