JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jenuh Kelamaan Libur, Puluhan Siswa-Siswi SMK Asal Jatim Kepergok Nekat Keluyuran dan Corat-Coret Seragam di Alaska Kerjo Karanganyar

Puluhan siswa-siswi SMK Ngawi Jatim diamankan dalam razia pelajar di Alaska Kerjo, Karanganyar. Foto/Tribunnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Puluhan siswa-siswi SMK Ngawi Jatim diamankan dalam razia pelajar di Alaska Kerjo, Karanganyar. Foto/Tribunnews

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Kebijakan belajar di rumah yang berjalan hampir sebulan akibat pandemi corona virus yang diberlakukan pemerintah, rupanya tak selamanya berdampak positif.

Lantaran merasa jenuh terlalu lama libur di rumah, puluhan siswa-siswi sebuah SMK asal Ngawi, Jawa Timur nekat melancong ke Karanganyar. Tak hanya keluyuran, mereka juga nekat melakukan aksi corat-coret sebagai perayaan kelulusan di Alas Karet (Alaska) Kecamatan Kerjo, Karanganyar.

Ironisnya, mereka melakukannya dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah. Aksi itu pun dipergoki oleh Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Senin (6/4/2020).

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo membenarkan menertibkan aksi pelajar yang nekat keluar rumah dan corat-coret seragam di hutan karet Kerjo tersebut.

Baca Juga :  Kembali Melonjak, 2 Warga Karanganyar Ditemukan Positif Terpapar Covid-19. Berasal dari Colomadu dan Tasikmadu. Total 14 Warga Positif Dirawat

Ia mengatakan mereka terjaring razia yang dilakukan olem tim Satpol. Dari pendataan, ada sekitar 30 pelajar yang diamankan oleh tim Satpol PP Kecamatan dan Polsek Kerjo.

“Dari pengakuan mereka, mereka melakukan konvoi sepeda motor dan coret-coret seragam di Alas Karet Kerjo karena tidak ada kegiatan di rumah selama libur sekolah. Mereka mengaku jenuh tidak ada kegiatan di rumah. Sehingga melakukan konvoi sepeda motor dan coret-coret seragam untuk merayakan kelulusan,” paparnya kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Yopi menguraikan setelah diamankan, puluhan pelajar itu kemudian didata dan dilakukan pembinaan. Mereka juga diberi pemahaman terkait kebijakan belajar di rumah yang sengaja diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga :  Terhantam Pandemi Covid-19,  Mata Trans Kehilangan Omset Rp 19 Miliar. Masih Bisa Bagikan CSR untuk Masyarakat

Selesai diberikan pembinaan, puluhan pelajar itu kemudian diminta pulang ke rumah masing-masing. Mereka juga dilaporkan ke sekolah agar diberikan pembinaan terkait pemantauan agar belajar di rumah selama masa pandemi corona saat ini.

“Kita laporkan ke sekolahannya. Kalau orang tua tidak ketat mengawasi anak, yang terjadi seperti ini. Sekali lagi peran orang tua sangat penting. Memastikan anak-anak tidak keluar rumah,” pungkasnya. Wardoyo