JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kabar Duka, Satu Pasien PDP Corona Karanganyar Meninggal Dunia. Berasal dari Kecamatan Mojogedang, Sempat Ikut Ijtima’ Ulama di Gowa

Ilustrasi pemakaman pasien Corona. Foto/Republika.co
Ilustrasi pemakaman pasien Corona. Foto/Republika.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Satu pasien dalam pengawasan (PDP) warga Kecamatan Mojogedang, meninggal dunia di RSU Moewardi, Jumat (10/04/2020) pagi.

Almarhum merupakan salah satu peserta yang mengikuti Ijtima’ Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan dan baru kembali ke Karanganyar pada tanggal 25 Maret 2020 lalu.

Korban pulang dengan menggunakan kapal laut bersama 10 orang rekannya.
Data yang dihimpun di lapangan, jenazah almarhum yang berangkat dari RS Moewardi, langsung menuju ke pemakaman desa setempat, sekitar pukul 10.20 WIB tanpa disemayamkan di rumah duka.

Seluruh proses pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol penanganan pasien Covid-19.

Baca Juga :  Ziarah ke Giribangun, Pangdam IV Diponegoro Kalungkan Untaian Melati di Pusara Mantan Presiden Soeharto dan Ibu Tien. Ingatkan Apapun Perjalanan Hidupnya, Soeharto Dinilai Berjasa Besar untuk TNI

Jalan yang digunakan oleh mobil jenazah miilik Rs Moewardi yang membawa almarhum, langsung disemprot dsinfektan.

Proses pemakaman dilakukan sepenuhnya oleh petugas dari RSU Moewardi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dalam prosesi pemakaman tersebut, di lokasi makam juga terpasang garis polisi. Saat dikonfirmasi, Pelaksana tugas (Plt) DKK Karanganyar, Purwanti, membenarkan jika almarhum merupakan pasien dengan status PDP.

Namun hingga kini hasil uji swab belum keluar dan masih menunggu pihak rumah sakit.

Menurut Purwanti, almarhum yang pulang dari Gowa pada tanggal 25 Maret 2020 lalu, langsung menjalani screning di Puskesmas Mojogedang.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Meroket Jadi 75 Orang. Jumlah Kasus Positif Dekati Angka 400, Suspek 1.842

Saat itu, almarhum mengalami batuk pilek. Selama berada di rumah, almarhum juga telah melakukan isolasi mandiri.

Dijelaskan Purwanti, pada tanggal 29 Maret 2020, almarhum selain mengalami batuk, pilek, juga mengalami sesak nafas.

Almarhum kemudian langsung diisolasi di RSUD Karanganyar. Setelah menjalani perawatan, almarhum langsung dirujuk ke RS Moewardi dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Jumat (10/04/2020).

“Almarhum merupakan PDP yang dirujuk dari RSUD Karanganyar ke RS Moewardi. Saat dirujuk, almarhum mengalami batuk pilek dan sesak nafas,” terang Purwanti. Wardoyo