JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kisah Atek Pria di Medan, Terpaksa Curi Beras Karena Lapar Tak Bisa Ditahan lagi, Sempat Dihajar Massa, Endingnya Sangat Mengharukan

Seorang pria di Medan terpaksa mencuri beras di warung dekat rumahnya, karena kelaparan berhari-hari tak makan. Teras.id/MEDANHEADLINES.COM

MEDAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Atek warga Pria yang tinggal di Jalan Mawar Gang Banteng, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia kedapatan mencuri beras lima kilogram dari warung, Sabtu (18/4/2020).

Saat ketahun mencuri di sebuah warung yang terletak di Jalan Cinta Karya Lingkungan VI, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara, Atek sempat dihajar massa.

Pelaku juga sempat akan diserahkan ke kantor polisi. Namun niat itu batal usai mendengar alasannya. Bahkan polisi justru memberi bantuan kepada pria 40 tahun tersebut.

Saat diinterogasi, Atek mengaku nekat mencuri karena sudah kelaparan dan tidak memiliki uang buat membeli makanan. Mendengar pengakuan itu, sang pemilik warung atau korban memilih berdamai dan memaafkannya. Tak hanya korban, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing yang mendapat informasi memerintahkan Kanit Binmas Iptu Hirlan Rudi Suprianto untuk segera mengecek rumah Atek.

Baca Juga :  Bikin Miris, Berikut Daftar 19 Warga Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Ada 6 Orang asal Mondokan dan 7 Orang dari Sidoharjo

“Kita ingin tau kondisi kehidupan dan sebab ia mencuri secara langsung. Kemudian memberi bantuan kepada yang bersangkutan,” kata Martuasah.

Begitu tiba di rumah separuh papan, Iptu Hirlan menanyai alasan Atek melakukan aksi pencurian. Atek lalu menjawab bahwa ia sudah sangat lapar dan tidak ada lagi yang bisa dimasak untuk dimakan.

Di rumah itu dia tinggal sendiri sedangkan istrinya memilih pulang ke rumah orang tuanya di Jalan Perjuangan, Sari Rejo. Tiga anaknya-pun turut dibawa. “Atek sehari-hari bekerja sebagai tukang bubut di Deli Tua. Tapi karena sepi pekerjaan, dia tidak mempunyai uang untuk membeli makanan,” ujar Martuasah.

Baca Juga :  Banjir Menerjang, 49 RT dan 23 Jalan di Jakarta Terendam

Masih dikatakan Martuah, Atek sebenarnya telah mendapat bantuan beras. Akan tetapi semua bantuan itu ia berikan kepada istrinya. Mendapat laporan itu, Martuasah langsung memerintahkan Kanit Binmas untuk menyerahkan bantuan kepada Atek.

Atek diberi satu goni beras ukuran lima kilogram, satu papan telur dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Atek-pun menyampaikan terima kasih kepada Polri, ia bahkan menangis saat menerima bantuan itu. “Bantuan itu sebagai bentuk kepedulian Polri karena melihat keadaan Atek. Sedikit, semoga dapat membantu,” kata Martuasah.

www.teras.id