JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tambah Satu Lagi, Kasus Positif Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 8 Orang, Satu Meninggal Dunia. Kasus Baru Berasal Dari Desa Tangkil, Seorang Kakek 72 Tahun

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang Isolasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah warga positif corona virus atau covid-19 di Sragen terus bertambah. Selasa (21/4/2020) ini ada satu tambahan kasus positif baru sehingga total jumlah warga positif menjadi delapan orang dengan satu meninggal dunia.

Satu kasus baru itu diketahui berasal dari Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota. Pasien positif itu disebut berusia 72 tahun, berjenis kelamin laki-laki.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan ada satu kasus positif covid-19 baru.

Kasus positif baru itu diketahui merupakan warga Sragen kota.

”Pasien positif berjenis kelamin laki-laki, berusia 72 tahun. Tidak ada hubungan dengan pasien sebelumnya. Pada kasus ini pasien juga bukan pelaku perjalanan (PP),” terangnya melalui pesan singkat, Selasa (21/4/2020).

Kades Tangkil, Suyono, menyampaikan memang ada satu warganya berinisial M (72) yang dikabarkan positif covid-19 hari ini. Yang bersangkutan terakhir dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

“Iya benar. Tadi sudah ada pemberitahuan dari Puskesmas dan kecamatan kalau besok akan ada rapid test,” paparnya.

Dengan tambahan satu kasus baru, hingga kini total ada delapan kasus positif di Sragen.

Sebelumnya, Bupati Sragen mengatakan Senin (20/4/2020) adda dua tambahan kasus positif baru. Mereka semuanya berdomisili di Kecamatan Kalijambe. Dua-duanya berjenis kelamin laki-laki,” papar Bupati.

Dua tambahan positif baru itu, masing-masing berjenis kelamin laki-laki umur 25 tahun. Satunya lagi adalah laki-laki berusia 45 tahun.

Namun bupati tidak menyebut dari desa mana keduanya berdomisili. Ia hanya menyebut keduanya berdomisili di Kecamatan Kalijambe.

“Mereka tidak satu rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menerangkan kedua pasien itu tidak ada riwayat perjalanan ke Sulawesi atau Ijtima Ulama di Gowa. Namun ia menyebut satu dari dua orang itu tercatat sebagai pelaku perjalanan.

Baca Juga :  Kades Trombol Mondokan Sragen dan 5 Saudaranya Positif Corona, Pelayanan Kantor Desa Tidak Ditutup. Pemkab Pastikan Semua Perangkat Tidak Tertular

“Hari ini total sudah ada 7 kasus positif covid-19 di Sragen dari penegakan hasil tes swab di Balai Besar Jogjakarta dan Salatiga,” jelasnya.

Sementara, lima pasien positif sebelumnya adalah di Kedungupit, Mojomulyo, Ngarum Ngrampal, Patihan Sidoharjo dan Jabung Plupuh.

Terkait kondisi 7 pasien positif itu, enam orang masih dirawat dan satu meninggal dunia. Satu pasien meninggal berasal dari Ngarum Ngrampal yang meninggal 8 April lalu.

“Yang enam orang, satu orang dirawat di RSUS Wongsonegoro Ketileng Semarang dalam kondisi baik. Tiga orang di RSUD Moewardi Solo dalam kondisi baik, dua orang di RSUD Soeratno Gemolong juga dalam kondisi baik,” tandasnya.

Atas fakta itu, Bupati berharap semua masyarakat dapat mematuhi aturan dan instruksi terkait dengan upaya pencegahan yang harus dilakukan.

“Gotong royong bersama-sama, mari kita lawan corona. Dengan tetap di rumah, pakai masker dan jaga jarak,” pungkasnya. Wardoyo