loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peringatan lebih keras kepada pemudik disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menegaskan agar  masyarakat tidak mudik di tengah wabah Corona. Luhut mengakui, pemerintah memang tidak bisa melarang masyarakat untuk tidak pulang kampung.

“Pertimbangan utamanya, orang kalau dilarang pun mau mudik saja. Jadi kami imbau kesadarannya saja, bahwa kalau Anda mudik pasti bawa penyakit. Hampir pasti bawa penyakit. Dan kalau bawa penyakit, di daerah bisa meninggal, bisa saja itu keluargamu. Makanya kami anjurkan tidak mudik,” ujar Luhut lewat teleconference usai rapat dengan presiden, Kamis (2/4/2020).

Baca Juga :  Indonesia Putuskan Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Tahun 2020 Ini. Inilah Alasannya

Pemerintah, kata Luhut, juga sudah menyiapkan kompensasi yakni instrumen jaring pengaman sosial (social safety net) untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang tak mudik tetap terpenuhi.

“Ini supaya ekonomi tidak mati sama sekali. Setelah kami hitung, ini pilihan yang terbaik,” ujar Luhut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani Corona. Alokasi dana itu tercantum dalam Perpu Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan yang dikeluarkan berbarengan dengan PP PSBB.

Baca Juga :  Ketua Dewas TVRI Akan Bahas Tuntutan Mundur dari Karyawan

Dari jumlah tersebut, anggaran sebesar Rp 110 Triliun diperuntukkan sebagai jaring pengaman sosial (Social Safety Net) yang mencakup penambahan anggaran kartu sembako, kartu prakerja, dan subsidi listrik.

Jokowi memerintahkan seluruh jajarannya untuk mempercepat implementasi insentif untuk pekerja di sektor informal.

Insentif itu berupa instrumen bantuan sosial, seperti kartu prakerja atau kartu sembako. Hal ini menimbang banyaknya pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun, sementara mereka berpotensi menularkan virus Corona ke desa asal mereka.

www.tempo.co