JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mati Sia-sia, Pemandu Lagu dan 3 Pria Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Sekretariat LA Mania Lamongan

Lokasi Pesta Miras Oplosan di Sekret LA Mania Lamongan.surya/hanif manshuri

LAMONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang pemandu lagu (purel) yang akrab disapa Mami Li (31) meninggal dunia usai pesta dengan sejumlah teman prianya di Lamongan.

Selain Mami, ada tiga teman prianya yang juga mati sia-sia. Jenazah wanita asal Ponorogo itu sudah dijemput keluarganya untuk dimakamkan. Jenazah Mami Li dijemput di RSUD dr Soegiri sekitar pukul 21.00 WIB.

“Ya keluarga berangkat dari Ponorogo pukul 15.00 WIB, ” kata petugas.

Sementara itu, tiga jenazah pria yang saat kejadian bersama Mami Li juga sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya masing-masing.

Sementara itu, satu korban lainnya yakni WF (27) masih menjalani pemulihan kesehatan di rumahnya di Dusun Tuyuh, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Lamongan.

Peristiwa cukup memilukan itu terjadi di Lamongan, Jawa Tengah.

Para korban diketahui meninggal dunia secara beruntun setelah dilarikan ke rumah sakit.

Mereka meninggal dunia hanya selang waktu 30 menit dihari yang sama yakn Jumat (18/4/2020).

Empat orang yang meninggal dunia tersebut diketahui usai melakukan pesta miras.

Mereka menggelar pesta miras di Kantor Sekretariat LA Mania.

Ketua LA Mania, Saptaya Nugraha turut prihatin dengan insiden yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia tersebut.

Saptaya Nugraha membeberkan kronologi kejadian hingga kantor sekretnya dijadikan tepat untuk menenggak miras oplosan oleh para korban.

Menurutnya, dimanfaatkannya Sekretariat LA Mania di luar dugaannya.

Karena pada Rabu (15/4/2020) tidak terlihat adanya tanda – tanda ‘orang Lamongan’ yang hendak menggelar pesta miras.

Pada Rabu sore hingga malam, di kantor yang dipimpinnya memang sedang ada aktivitas pengurus LA Mania untuk mempersiapkan pengemasan masker yang akan dibagikan pada masyarakat.

“Jadi mulainya pesta itu diperkirakan sekitar pukul 24.00 WIB,” kata Nugraha dilansir TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id dengan judul ” pada Jumat (1/4/2020) malam.

Baca Juga :  Penularan Covid-19 Berasal dari Orang-orang Terdekat

Menurutnya, yang menggelar pesta miras itu bukan bagian dari LA Mania.

“Pengurus juga tidak,” katanya

Istilah Nugraha, mereka yang terlibat memanfaatkan Kantor Sekretariat itu adalah, orang Lamongan dan bukan LA Mania. Menurut Nugraha, saat mereka menggelar pesta di dalam, karena kebetulan kunci pintu sedang rusak.

Para korban kenal dengan pemilik warung yang bersebelahan dengan Kantor LA Mania.

“Mungkin mereka mengajak pemilik warung pesta miras dan masuk Kantor LA Mania,” katanya.

Untuk kali kedua, Nugraha memastikan saat itu memang kunci pintu kantor sedang rusak. Pihaknya dan juga para pengurus LA Mania tidak tahu sama sekali ada orang Lamongan yang menggelar pesta miras di Kantor LA Mania.

“Kalau tahu jelas kami larang, ” tandasnya.

Begitu juga sampai ada keterlibatan seorang LC hihuran malam yang dikenal dengan panggilan Mami Ll turut dalam pesta miras oplosan.

“Nah itu, saya juga heran. Kok sampai ngajak purel,” ungkapnya.

Nugraha kembali menyebutkan, yang pesta miras di Kantor LA Mania itu bukan pengurus LA Mania maupun bagian dari LA Mania.

“Ya orang Lamongan lah, ” katanya.

Sekretariat LA Mania diakui tidak ada yang menjaga atau full timernya. Aktivitas di Sekretariat kalau sedang ada kegiatan saja.

Ada Bukti Racikan Miras

Kapolres Lamongan, AKBP Harun, memastikan para korban meninggal dunia akibat pesta miras oplosan.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan penyelidikan,” kata Harun saat dikonfirmasi Surya.co.id, Jumat (17/4/2020).

Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP di tempat Kantor Sekretariat LA Mania yang digunakan para korban sebagai lokasi menenggak miras oplosan.

Baca Juga :  Kalap, Perempuan ini Kepruk Imam Masjid dengan Balok Kayu Saat Salat Zuhur, Pelaku Mengaku Kesal Karena Korban Nikahkan Suaminya Tanpa Izin

“Setelah diihat, kami cek memang minuman oplosan, bukan minuman luar negeri atau apa,” katanya.

“Miras oplosan itu diracik sendiri oleh mereka, kemudian ada tambahan beberapa zat. Dan ini masih diselidiki, kombinasinya apa saja,” lanjut Kapolres

Selain itu, anggota juga sudah mengecek dari TKP dan sudah mengamankan beberapa sample sisa miras di lokasi.

Sementara ada dua orang saksi yang sudah dimintai keterangan untuk menelusuri dari mana dan bagaimana miras ini mereka dapatkan.

“Dua orang saksi kita periksa,” katanya.

Ia berharap masyarakat untuk menjauhi miras dan lebih mendekatkan diri pada Allah. Terlebih, saat ini jelang memasuki bulan suci ramahdan.

“Bukan malah sebaliknya,” kata dia.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, para korban menggelar miras itu sejak Rabu malam. Namun, para korban meninggal dunia pada Jumat (17/4/2020)

“Tapi informasi meninggalnya baru tadi, ” katanya.

Korban Tewas Beruntun

Empat orang korban yang meninggal dunia termasuk wanita pemandu lagu dikabarkan tewas beruntun pada hari yang sama.

Korban meninggal dunia masing-masing hanya selisih waktu 30 menit. Korban pertama masuk rumah sakit adalah AS pada Kamis pukul 20.00 WIB dan

meninggal Jumat pukul 13.00 WIB. Korban kedua masuk rumah sakit Jumat pukul 09.00 WIB dan meninggal pukul 13.30 WIB.

Sementara itu, korban ketiga Mami LI dirawat di RS pukul 09.00 WIB dan meninggal pukul 13.45 WIB.

Sementara MA (30) yang sempat kritis dan dirawat di RSID dr Soegiri meninggal pada Sabtu (18/4/2020).

“Ya A meninggal pagi tadi, ” kata Ketua LA Mania, Saptaya Nugraha, kepada Surya.co.id, Sabtu (18/4/2020).

www.tribunnews.com
P