JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Satu PDP Corona Mojogedang Karanganyar Meninggal Dunia , Semua Anggota Keluarga Langsung Dikarantina Mandiri

Ilustrasi penanganan pasien di ruang isolasi corona virus. Foto/Wardoyo
Ilustrasi penanganan pasien di ruang isolasi corona virus. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, langsung melakukan tracing atau pelacakan menyusul meninggalnya satu warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) corona, Jumat (10/4/2020).

Selain melacak riwayat kontak korban sebelumnya, tim juga langsung memutuskan semua anggota keluarga untuk melakukan isolasi atau karantina mandiri.

Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwanti kepada wartawan mengatakan pihaknya juga telah melakukan tracing terhadap keluarga dan warga sekitar, yang pernah kontak dengan almarhum.

“Saat ini, telah melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan bidan Desa, Puskesmas serta pihak pemerintah desa,” paparnya Jumat (10/4/2020).

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) warga Kecamatan Mojogedang itu meninggal dunia di RSU Moewardi, Jumat (10/04/2020) pagi.

Almarhum merupakan salah satu peserta yang mengikuti Ijtima’ Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan dan baru kembali ke Karanganyar pada tanggal 25 Maret 2020 lalu.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Kerabat Cemas Karena Ada Kerabat Meninggal Dunia dan Rumahnya Berdekatan

Korban pulang dengan menggunakan kapal laut bersama 10 orang rekannya.
Data yang dihimpun di lapangan, jenazah almarhum yang berangkat dari RS Moewardi, langsung menuju ke pemakaman desa setempat, sekitar pukul 10.20 WIB tanpa disemayamkan di rumah duka.

Seluruh proses pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol penanganan pasien Covid-19.

Jalan yang digunakan oleh mobil jenazah miilik Rs Moewardi yang membawa almarhum, langsung disemprot dsinfektan.

Proses pemakaman dilakukan sepenuhnya oleh petugas dari RSU Moewardi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dalam prosesi pemakaman tersebut, di lokasi makam juga terpasang garis polisi. Purwanti, membenarkan jika almarhum merupakan pasien dengan status PDP.

Baca Juga :  Siap-Siap, Mulai Bulan Depan, Tak Pakai Masker di Karanganyar Bakal Didenda Rp 20.000. Simak Ketentuan Lainnya!

Namun hingga kini hasil uji swab belum keluar dan masih menunggu pihak rumah sakit.

Menurut Purwanti, almarhum yang pulang dari Gowa pada tanggal 25 Maret 2020 lalu, langsung menjalani screning di Puskesmas Mojogedang.

Saat itu, almarhum mengalami batuk pilek. Selama berada di rumah, almarhum juga telah melakukan isolasi mandiri.

Dijelaskan Purwanti, pada tanggal 29 Maret 2020, almarhum selain mengalami batuk, pilek, juga mengalami sesak nafas.

Almarhum kemudian langsung diisolasi di RSUD Karanganyar. Setelah menjalani perawatan, almarhum langsung dirujuk ke RS Moewardi dan dinyatakan meninggal dunia pada hari Jumat (10/04/2020).

“Almarhum merupakan PDP yang dirujuk dari RSUD Karanganyar ke RS Moewardi. Saat dirujuk, almarhum mengalami batuk pilek dan sesak nafas,” terang Purwanti. Wardoyo