JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Seperti Jakarta, Asal Suara Dentuman di Sleman Juga Misterius, BPPTKG Sebut Tak Terkait dengan Gunung Merapi

Erupsi Gunung Merapi Kamis (2/4/2020) sore.Twitter @BPPTKG.

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Suara dentuman didengar oleh sebagian warga Kabupaten Sleman DIY pada Selasa (14/4/2020) dini hari. Seperti suara dentuman yang terdengan di Jabodetabek pada Sabtu (11/4) dini hari, sumber suara ini juga masih misterius, dan belum ada penjelasan ilmiah apa penyebab terjadinya suara dentuman tersebut.

Uniknya, baik di Jakarta maupun Sleman, keduanya terjadi dini hari sekitar 02.00 hingga 04.00. Di Kabupaten Sleman, memang tidak semua warga mendengar suara dentuman. Sebagian besar didengar di daerah-daerah yang cukup tinggi.

Namun, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sudah mengonfirmasi bahwa suara dentuman tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Terlebih, aktivitas Gunung Merapi cukup landai.

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

Untuk aktivitas kegempaan, selama periode pengamatan 00.00-06.00 terdapat dua embusan beramplitudo 2-3 milimeter berdurasi 14,8-17,2 detik. Lalu, satu gempa frekuensi rendah beramplitudo lima milimeter berdurasi 10,7 detik.

Kemudian, ada 14 gempa hibrida beramplitudo 2-6 milimeter berdurasi 6-10,5 detik serta satu gempa tektonik jauh beramplitudo 12 milimeter dengan durasi 49 detik. Secara meteorologi, cuaca cerah dan angin bertiup lemah ke timur.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Sleman, Agus Riyanto, melaporkan, pada Selasa dini hari memang ada dua gempa masing-masing 3,4 skala Richter di Pacitan dan 3,5 skala Richter di Jember. “Terkait pertanyaan adanya dentuman, tidak ada hubungannya dengan aktivitas seismik di atas,” kata Agus, Rabu (15/4/2020).

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Yogyakarta Bisa Pilih Sendiri Hukumannya, Mulai dari Push-up, Menyapu Jalan, hingga Denda

Selain itu, Agus tidak bisa memastikan asal muasal suara dentuman pada Selasa dini hari terjadi beberapa kali. Terlebih, ia menegaskan, kewenangan BMKG hanya terhadap aktivitas kegempaan.

“Jadi, berdasarkan catatan alat yang ada saja kami sampaikan,” ujar Agus.

Sejauh ini belum ada dampak yang dilaporkan akibat suara dentuman tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta belum pula melaporkan adanya kerusakan akibat kejadian walaupun suara dentuman itu didengar cukup jelas.

www.republika.co.id