JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sukses Bobol Penyekatan Petugas, 2.220 Pemudik Sragen Masih Bisa Lolos dan Tiba di Kampung Halaman

Kasat Lantas AKP Sugiyanto saat menginterogasi pengemudi minibus asal Batang dari Surabaya yang terpantau di exit tol Pungkruk, Minggu (26/4/2020). Foto/Wardoyo
Kasat Lantas AKP Sugiyanto saat menginterogasi pengemudi minibus asal Batang dari Surabaya yang terpantau di exit tol Pungkruk, Minggu (26/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski larangan mudik sudah diterapkan berikut penyekatan di sepanjang jalur,sebanyak 2.220 pemudik di Sragen masih bisa lolos dan tiba di kampung halaman.

Berbagai cara mereka tempuh sehingga bisa lolos dari penyekatan petugas dan kepolisian. Data itu terungkap dari laporan harian jumlah kedatangan pelaku perjalanan atau pemudik yang direkap oleh tim kabupaten.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi corona.sragenkab.go.id, sejak pemberlakuan aturan larangan mudik Jumat (24/4/2020), hampir setiap hari sampai Senin (26/4/2020), masih ada kedatangan pemudik yang terdata tiba di Sragen.

Namun jumlahnya tiap hari mulai berangsur mengalami penurunan.
Pada Sabtu (25/4/2020) tercatat ada 1.329 pemudik yang berhasil tiba di Sragen.

Kemudian Minggu (26/4/2020), ada 529 pemudik yang tiba dan Senin (27/4/2020) ada 362 pemudik yang tiba di Sragen.

Baca Juga :  Lakukan Kesalahan Fatal, 6 Peserta Ujian SKB Seleksi CPNS Sragen Dipastikan Gugur. Ini Kesalahannya!

Sehingga selama tiga hari terakhir sejak penyekatan dan operasi larangan mudik berjalan, ada 2.220 pemudik asal Sragen yang bisa lolos dan tiba sampai Sragen.

“Saya dari Sumatera berangkat Kamis (23/4/2020) ikut truk ekspedisi. Kebetulan truknya teman saya dan kami hanya berdua di depan. Di belakang bawa barang-barang muatan. Jadi aman dan pas pemeriksaan juga aman karena truk ekspedisi,” ujar Tono, salah satu pemudik yang tiba di Sragen, Minggu (26/4/2020).

Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Sugiyanto mengatakan untuk wilayah Sragen, operasi penyekatan dilakukan di dua lokasi. Kendaraan dari Jakarta menuju Surabaya dipantau di exit tol Pungkruk.

Sedangkan dari arah Surabaya ke Jakarta dipantau di Jembatan Timbang Toyogo, Kecamatan Sambungmacan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kecamatan Sidoharjo Terus Meningkat, Kapolsek Gerakkan Program Sidoharjo Bermasker. Izin Hajatan dan Keramaian Sementara Stop Dulu!

Ia menguraikan teknis penyekatan dilakukan dengan menghentikan kendaraan bus atau travel berpelat luar kota.

Pengemudi dan penumpang kemudian dicek identitasnya serta kondisi kesehatannya terutama suhu tubuhnya.

“Kalau dari luar kota dan bertujuan mudik, langsung kita suruh balik. Kalau masyarakat lokal yang kepentingan kerja, masih kita bolehkan jalan,” terangnya.

Ditambahkan, operasi itu akan dilakukan selama 37 hari sejsk 24 April sampai 31 Mei 2020 mendatang.

Ia kembali mengimbau kepada masyarakat yang ada di Jakarta atau Surabaya dan kota besar lainnya, lebih baik menaati aturan pemerintah untuk tidak mudik terlebih dahulu.

Sebab di setiap kabupaten dan perbatasan akan dijaga ketat oleh polisi yang akan melakukan pemeriksaan.

“Kalau nasibnya apes dan ketahuan akan langsung dikembalikan,” tandasnya. Wardoyo