JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Ada Kompromi, Satgas Covid-19 Desa Gawan Sragen Obrak-Abrik dan Bubarkan Paksa Arena Judi Dingdong dan Capjikie. Nekat Beroperasi dan Picu Kerumuman Hingga Larut Malam, Bertahun-Tahun Tak Tersentuh Aparat

ILustrasi judi dingdong. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
ILustrasi judi dingdong. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Satgas Covid-19 Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen nekat membubarkan paksa arena judi ding dong dan markas judi capjikie yang ada di wilayah setempat.

Aksi itu terpaksa dilakukan lantaran keberadaannya sudah sangat meresahkan masyarakat.

Tak hanya itu, aksi pembubaran juga dilakukan lantaran markas judi itu nekat beroperasi hingga larut malam di tengah gencarnya larangan menggelar pertemuan atau perkumpulan orang saat wabah corona atau covid ini.

Ironisnya lagi, judi dingdong dan capjikie itu ternyata sudah berjalan hampir setahunan tanpa pernah tersentuh aparat hukum.

Aksi pembubaran paksa itu dilakukan kemarin malam pukul 22.00 WIB oleh tim Satgas Covid-19 yang dipimpin Ketua Satgas sekaligus tokoh setempat, Warli Saputro.

Arena judi dingdong dan capjikie yang diobrak-abrik itu berada di satu lokasi warung. Lokasinya memang ada di dalam sehingga sepintas tak terlihat dari jalan.

Saat dibubarkan, pemilik arena juga tak melawan karena sudah menyadari kesalahannya. Malam itu, kerumunan warga yang memasang dan menunggu keluaran, akhirnya kocar-kacir meninggalkan arena.

Baca Juga :  Kades Tegaldowo Gemolong Sragen Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Dirawat di RS PKU Solo, DKK Segera Lakukan Tracking

“Kami bubarkan oleh Tim Satgas berjumlah 15 orang yang saya pimpin sendiri dan tidak boleh buka lagi. Kami nggak peduli, karena memang sudah sangat meresahkan warga. Ada dua arena dingdong dan arena capjikie yang kita bubarkan dan kita minta tutup,” papar Warli Saputro kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (12/4/2020).

Markas judi dingdong dan capjikie itu dibubarkan atas banyaknya komplain dan aspirasi warga yang sudah resah keberadaannya.

Adanya Maklumat Kapolri yang melarang adanya perkumpulan atau kerumunan selama pandemi covid-19, menjadi alasan Satgas Covid-19 untuk tak ada kompromi terhadap praktik judi itu.

“Warga sudah lama resah sejak lama karena operasionalnya dari pagi sampai dinihari. Banyak ibu-ibu yang resah karena suaminya jadi lupa kerjaan karena tergiur ikut judi dingdong dan capjikie itu. Bayangkan kadang sampai jam 02.00 WIB dinihari. Sebenarnya warga sudah lama resah tapi takut mau menindak. Aparat sendiri juga selama ini nggak pernah ada tindakan,” terangnya.

Selain mencegah penyebaran corona virus, tindakan tegas itu dilakukan untuk membersihkan penyakit masyarakat. Menurutnya, adanya perjudian itu juga telah merusak masyarakat di wilayahnya dan sekitar Gawan.

Baca Juga :  Kades Positif Covid-19, Semua Warga Tegaldowo Gemolong Yang Kontak Erat Setelah Tanggal 20 Juli Diminta Segera Lapor dan Isolasi Mandiri!

“Informasinya yang masang dari mana-mana. Makanya adanya Maklumat Kapolri dan pencegahan Covid-19 ini menjadi momentum kami untuk menindak. Kemarin kita bentuk Satgas itu dan semua kita bekali surat tugas dari desa sehingga tindakan kita itu ada dasarnya,” tandasnya.

Warli Saputro. Foto/Wardoyo

Tak hanya arena judi, Satgas juga rutin melakukan patroli social distancing setiap malam. Tim diterjunkan berkeliling di wilayah untuk menertibkan jika ada kerumunan atau perkumpulan lebih dari lima orang.

Ia berharap pasca dibubarkan, arena judi itu tidak lagi beroperasi selamanya di wilayah Gawan. Ketegasan Satgas membubarkan arena judi itu juga mendapat dukungan dan apresiasi dari warga.

“Kami mendukung pembersihan arena judi itu. Karena memang merusak mental masyarakat dan meresahkan. Apalagi informasinya anak-anak muda juga mulai banyak yang ikut-ikutan main dan masang. Kalau generasi muda sudah kerasukan judi, kan kasihan masa depannya nanti,” ujar Heri, salah satu warga Gawan. Wardoyo