JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Update Terbaru Corona Sragen, 2 PDP Meninggal, Satu PDP Rapid Test Positif, Jumlah PP 13.148, 66 ODP, 5 PDP Dirawat

SItuasi covid-19 Sragen, Minggu (12/4/2020). Foto/Wardoyo
SItuasi covid-19 Sragen, Minggu (12/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Situasi covid-19 di Sragen pada hari Minggu (12/4/2020) mencatatkan grafik kewaspadaan.

Pasalnya sejauh ini sudah ada dua warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia dan terbaru satu warga PDP kedapatan positif hasil rapid tesnya.

Tak hanya itu, dua PDP hingga kini juga masih dirujuk ke rumah sakit rujukan lini pertama di Solo dan Semarang lantaran kondisinya sempat memburuk.

Berdasarkan data terbaru yang dilansir laman website resmi Pemkab Sragen di  corona.sragenkab.go.id, hingga Minggu (12/4/2020) malam pukul 22.00 WIB, jumlah pelaku perjalanan (PP) atau warga yang baru pulang dari luar kota dan daerah zona merah mencapai 13.148 orang.

Dari jumlah itu, 277 adalah tambahan baru dan 4.630 PP dinyatakan sudah lolos pantauan 14 hari.

Kemudian jumlah ODP tercatat ada penambahan 4 orang lagi.

Namun secara komulatif, angka ODP tercatat menjadi 66 lantaran ada 129 ODP yang lolos pemantauan selama 14 hari.

Baca Juga :  Tambah Lagi 9 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Total Kasus Covid-19 Sragen Meroket Jadi 419. Sebanyak 780 Warga Terdeteksi Kontak Erat, Sudah 58 Meninggal Dunia

Sementara jumlah total PDP tercatat sebanyak 16 orang. Dari angka itu, tujuh pasien dinyatakan sembuh atau negatif, 5 masih dirawat di RSUD, dua pasien dirujuk dan dua meninggal dunia.

Satu pasien PDP yang berasal dari Sragen Kota dirujuk di RSUD di Semarang. Sedangkan satu pasien PDP asal Kedungupit, Kecamatan Sragen juga dirujuk ke RSUD Moewardi Solo dengan rapid test menunjukkan positif.

Sedangkan dua pasien PDP yang meninggal adalah pasien asal Sragen Kota dan asal Ngrampal yang meninggal Rabu (8/4/2020). Untuk PDP dari Sragen Kota, hasil tes Swabnya dinyatakan negatif.

“Hari ini total ada lima PDP yang dirawat dan ada dua PDP yang masih dirujuk ke Moewardi Solo dan Semarang,” papar Sekda Sragen, Tatag Prabawanto.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang mengambil alih Ketua Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan hasil rapid test sekalipun positif, belum bisa dijadikan pegangan menentukan status positif seorang pasien.

Baca Juga :  Ngeyel Tak Pakai Masker, 11 Warga Sragen Akhirnya Kelabakan Harus Bayar Denda Rp 50.000. Satu Orang Disita KTP Karena Nggak Bawa Duit

Nantinya harus tetap menunggu hasil tes swab dari pihak rumah sakit.
Sementara, data website itu dibuat dengan menyajikan data perkembangan setiap hari terkait data covid-19 di Sragen.

“Silakan masyarakat dan teman-teman media bisa mengakses data covid-19 Sragen di website corona.sragenkab.go.id. Data kita update setiap hari pukul 16.00 WIB,” paparnya.

Bupati menguraikan lewat website itu, masyarakat dan awak media bisa mengupdate informasi menyeluruh soal data covid-19.

Mulai dari data pelaku perjalanan (PP), jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan informasi lainnya.

Lewat website itu data akan tersaji lebih lengkap. Bahkan sebaran data PP maupun PDP disajikan secara lengkap hingga per kecamatan.

“Silakan bisa mengakses,” tutur Bupati.  Wardoyo