JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai KLB Corona, Rumah Sakit Darurat Corona Sragen Langsung Dibuka. Bupati Berharap Mudah-Mudahan Sepi Pasien dan Tak Ada Yang Dirawat!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau ruangan di rumah sakit darurat covid-19. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau ruangan di rumah sakit darurat covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bersamaan dengan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) usai ada dua warga berstatus positif covid-19, Pemkab Sragen langsung meresmikan rumah sakit darurat Corona resmi dibuka dan siap digunakan.

Rumah sakit darurat berlokasi di kompleks Tenkopark Sragen itu diresmikan Senin (13/4/2020). Rumah sakit itu akan digawangi 108 tenaga medis, paramedis dan tenaga penunjang.

Mereka pun diwajibkan menjalani pelatihan khusus selama empat hari, sebelum RS Darurat Corona ini benar-benar beroperasi.

“Persiapan rumah sakit darurat sudah selesai. Kita siapkan 24 kamar dengan fasilitas yang baik. Saat ini kita sedang mengumpulkan teman-teman medis dan semuanya yang akan bertugas, untuk menjalani pelatihan dalam sepekan ke depan,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di sela pengecekan RS Darurat Corona di Kompleks Technopark Ganesha Sukowati, Senin (13/4/2020).

Yuni menguraikan total 108 tenaga medis, paramedis dan tenaga penunjang akan ditunjuk untuk mengoperasikan RS Darurat Corona tersebut.

Baca Juga :  Rumah Seharian Tertutup, Marmi asal Ngargosari Sragen Ternyata Ditemukan Sudah Tergeletak Tak Bernyawa di Ranjangnya

Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya merupakan dokter sementara 48 lainnya adalah perawat. Tenaga medis dan paramedis ini berasal dari rumah sakit negeri dan swasta di Sragen.

“Jadi nanti kita sistem kloter. Satu kloternya 20 orang tenaga medis dan paramedis. Mereka nanti akan bekerja dalam 3 shift selama 14 hari pertama. Setelah itu mereka akan menjalani karantina selama 14 hari di lokasi yang sudah kita siapkan, sebelum diperbolehkan libur selama 14 hari. Lalu dilanjutkan oleh kloter berikutnya,” terangnya.

Fasilitas ruang pasien di RS Darurat ini setara dengan kamar kelas I di rumah sakit. Pada setiap kamar disiapkan tempat tidur, tabung oksigen dan kamar mandi dalam.

Nantinya rumah sakit darurat akan digunakan untuk pasien PDP yang masih harus menunggu hasil swab. Termasuk pasien ODP yang perlu perawatan lebih.

“Kalau kondisinya memburuk langsung kita rujuk ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro,” urai Yuni.

Meski fasilitas setara rumah sakit kelas I, ia berharap rumah sakit itu tidak terpakai dan tidak digunakan. Ia juga berharap agar tidak ada lagi penambahan kasus positif setelah dua warga asal Kecamatan Sragen Kota.

Baca Juga :  Meninggal Terpapar Covid-19, Ustadz Muda Sragen, Habib MA Tinggalkan Satu Istri dan 4 Anak. Dikenal Baik dan Sosok Cerdas

“Mudah-mudahan rumah sakit ini sepi, tidak digunakan dan nggak ada yang dirawat di sini,” tukasnya.

Sementara, anggota Tim Covid-19 RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, dr Lulus Budiarto mengatakan pelatihan dilakukan untuk memberikan pemahaman yang sama mengenai prosedur penanganan pasien Corona.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh 108 tenaga medis, paramedis dan tenaga penunjang yang akan bertugas di RS Darurat Corona ini.

“Kita berikan pelatihan untuk mendeteksi pasien apakah itu layak dikategorikan PDP. Nanti kita latih teman-teman untuk bisa melakukan deteksi. Nanti ada pelatihan anamnesis serta pemeriksaan fisik yang perlu dipertajam. Nanti ada warning score, dari situ bisa kita tentukan masuk PDP atau ODP. Termasuk tenaga penunjang juga kita berikan pelatihan karena semuanya memerlukan perlakuan khusus,” terangnya. Wardoyo