JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga 7 Gang di Mojomulyo Sragen Sepakat Tutup Jalan Mulai Jam 22.00 WIB – 05.00 WIB. Pimpinan Arseka dan ARS Sound System Sumbang Desinfektan, Masker dan Kerahkan Tim Sosialisasi Keliling

Warga dan kru ARS saat menyiapkan portal yang akan dipasang untuk jam malam di semua gang di Mojomulyo, Sragen, Selasa (14/4/2020) sore. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Warga dan kru ARS saat menyiapkan portal yang akan dipasang untuk jam malam di semua gang di Mojomulyo, Sragen, Selasa (14/4/2020) sore. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Adanya satu warga yang dinyatakan positif terpapar covid-19 membuat warga di Kampung Mojomulyo makin menggencarkan kewaspadaan.

Warga di tujuh gang empat RT di RW 09, kampung itu langsung menggelar pertemuan dan sepakat untuk menerapkan pembatasan jam malam.

Salah satunya dengan menutup akses jalan masuk ke tujuh gang mulai pukul 22.00-05.00 WIB. Penutupan akan dilakukan portal yang bisa dibuka tutup.

Kesepakatan itu terungkap dalam rapat para tokoh dan Ketua RT 01 sampai RT 4 itu di kediaman salah satu tokoh RT 2/9, Agus Budi Nurcahyo, Senin (13/4/2020) malam.

Ada 7 poin kesimpulan dan kesepakatan dalam pertemuan itu. Yakni meminta warga selalu menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, tidak bergerombol dan jaga jarak, tetap berada dirumah dan berolahraga serta cukup vitamin.

“Warga juga diminta agar tidak cemas berlebihan yang bisa membuat daya tahan tubuh menurun. Yang terpenting tetap waspada. Nantinya setiap RT akan kami bantu 100 masker agar dibagikan ke warga,” papar Agus Budi Nurcahyo, Selasa (14/4/2020).

Selain itu, pengusaha pimpinan ARS Sound System dan Campursari Arseka itu juga akan membuatkan portal baik timur maupun barat di setiap gang di RW 09.

Baca Juga :  Terus Mengganas, Kasus Covid-19 Sragen Tambah 5 Orang, 2 Orang Meninggal Dunia. Total Sudah 93 Kasus Positif, 160 Suspek dan 556 Harus Isolasi Mandiri

“Kami akan buatkan portal dan nantinya gang 1-7 akan ditutup ketika malam hari. Mulai pukul 22.00- 05.00 WIB. Warga tetap bisa menggunakan jalan di satu akses melalui RW 8 atau jalan depan Dishub. Penutupan itu hanya pada malam hari, dan bukan lockdown. Tujuannya menjaga warga keluar masuk di malam hari dan menjaga warga tetap di rumah saat malam hari,” terang Agus.

Mobil ARS Sound System bersama kru saat berkeliling melakukan sosialisasi pencegahan wabah corona virus di Kampung Mojomulyo, Sragen, Selasa (14/4/2020) sore. Foto/Wardoyo

Untuk meningkatkan kewaspadaan, pihaknya juga terus menggerakkan warga dan kru ARS berkeliling sosialisasi ke kampung-kampung mengingatkan pentingnya social distancing dan jaga jarak.

Selain itu imbauan lewat baliho dan pamflet berisikan Mojomulyo Bergerak Lawan Corona juga sudah dipasang di beberapa lokasi dan jalan kampung.

“Harapan kami dengan terus menerus disosialisasi, warga akan semakin tergugah kesadaran untuk tertib diam di rumah, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Apalagi sudah ada satu kasus positif di dekat wilayah kami. Ini juga demi kebaikan dan keselamatan bersama dengan harapan wabah corona ini segera mereda,” tukasnya.

Tokoh RT 2/9, Rinto Cahyono di sela-sela menyiapkan portal, mengatakan bahwa penutupan gang dengan portal pada jam malam, memang sudah disepakati dalam rapat RT kemarin malam.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Pengasuh Ponpes di Sempon Kecamatan Jatisrono Wonogiri Dinyatakan Sembuh Dari COVID-19

Penutupan akan dilakukan mulai malam ini pukul 22.00 WIB sampai 05.00 WIB di setiap gang. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan warga tetap berdiam di rumah ketika malam hari di atas jam 22.00 WIB.

“Ini juga demi keamanan kita juga karena warga yang positif itu juga dekat wilayahnya. Karena hanya seberang jalan, sehingga gang 1 sampai 7 warganya sebisa mungkin harus karantina saat malam hari. Karena kadang kalau malam hari utamanya, banyak anak muda, sering keluar masuk. Kalau siang tetap dibuka untuk akses warga,” terangnya.

Baliho Mojomulyo Bergerak Lawan Corona yang terpasang di salah satu titik masuk kampung dan diprakarsari ARS Sound System. Foto/Wardoyo

Dengan pembatasan jam malam, diharapkan bisa mendisiplinkan warga agar tetap menjaga diri. Selain itu, Rinto tadi sore bahkan ikut terjun melakukan sosialisasi keliling dengan mobil ARS mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga.

“Di wilayah kami seminggu sekali juga sudah rutin dilakukan penyemprotan desinfektan di semua RT. Cairannya desinfektan dibantu semua dari Pak Haji Agus (ARS). Termasuk malam ini, kami juga serentak bersama kru dan warga bersama-sama melakukan penyemprotan lagi,” tandasnya. Wardoyo