Berkah Bulan Ramadhan, Omzet Nata de Coco Asli Kedawung Sragen Meroket 400 %. Order Sampai Jawa Timur, Pemilik Mengaku Bersyukur Bisa Memberdayakan Tetangga

Nata de coco Yaco asli Kedawung Sragen siap dipasarkan. Foto/Wardoyo
Nata de coco Yaco asli Kedawung Sragen siap dipasarkan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masa ramadhan membawa berkah bagi pengusaha bahan takjil. Salah satunya pengusaha nata de coco asal Kedawung, Sragen ini.

Produk nata de coco berlabel “Yaco” yang diproduksi pengusaha asal Dukuh Sukorame, RT 19 Desa Kedawung, Sragen Sri Rahayu (40) ini banjir pesanan selama bulan ramadhan.

Masa pandemi corona dan berhentinya order dari perusahaan besar ternyata tak menyurutkan permintaan akan bahan takjil yang terbuat dari fermentasi air kelapa itu.

Ditemui di rumah produksinya, Sabtu (16/5/2020), Yayuk sapaan akrabnya, menuturkan selama bulan ramadhan, omzet nata de coco produksinya meroket dari hari biasa.

Jika hari biasa, omzet kotor Rp 600.000, selama bukan ramadhan ini, permintaan meningkat hampir empat kali lipat atau Rp 2,4 juta perhari.

“Awalnya agak khawatir juga, karena ada pandemi corona ini dan daya beli masyarakat agak turun. Apalagi order dari pabrik besar seperti Garuda Food juga dihentikan sebelum puasa. Tapi Alhamdulillah ternyata begitu masuk bulan puasa, respon pasar tetap bagus. Permintaan masih naik sama seperti bulan puasa tahun lalu,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Pengusaha muda itu menguraikan selama bulan puasa ini, setiap hari produksi nata de coconya mencapai dua kuintal untuk nata matang dan lima kuintal untuk nata mentah.

Tingginya permintaan masyarakat akan nata untuk takjil dan kolakan membuat produksi pun dinaikkan.

Bahkan untuk mengejar permintaan pasar, selama bulan puasa dirinya menambah karyawan dari yang biasanya tiga orang menjadi delapan orang.

“Selain permintaan pasar lokal di Sragen, nata de coco kami juga kita kirim ke Sidoarjo, Malang, Ngawi dan Solo. Kebetulan produk kami sudah lengkap secara perizinan. Mulai dari NIB, TDP,TDI, pirt, halal MUI, hak paten merk dan sebagainya. Jadi kehalalan terlindungi dan higiene terjamin,” terangnya.

Yayuk menjelaskan untuk harga nata de coco manis senilai Rp 14.000/kg, tetapi di pasaran bisa lebih dari Rp 17.000/kg. Sementara untuk nata de coco mentah dijual Rp 3.500/kg namun harga di pasaran bisa Rp 5.000- Rp 6.000/kg.

“Bersyukur, berkah bulan ramadhan ini omzet tetap naik. Kami juga bisa memberdayakan tetangga membantu produksi,” tandasnya. Wardoyo