JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bingung Dikejar Leasing dan Cicilan Kredit, Jadi Alasan Warga Plupuh Sragen Nekat Begal Tetangganya Sendiri. Pelaku Bawa Parang dan Penutup Wajah, Gasak Tas Berisi Rp 3 Juta

Wakapolres Sragen, Kompol Eko Mardiyanto bersama Kapolsek Plupuh AKP Sunarso saat menghadirkan tersangka begal, di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo
Wakapolres Sragen, Kompol Eko Mardiyanto bersama Kapolsek Plupuh AKP Sunarso saat menghadirkan tersangka begal, di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi begal yang menimpa pasangan suami istri pedagang sayur asal Plupuh, Sragen, beberapa hari lalu, menguak fakta baru.

Pelaku yang ternyata adalah tetangganya sendiri, mengaku nekat membegal karena bingung dikejar leasing untuk membayar tunggakan cicilan kredit.

Fakta itu terungkap saat digelar konferensi pers di Mapolres Sragen, tadi pagi dengan menghadirkan tersangka pelaku begal, Saryadi (50), seorang kuli asal Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, Sragen.

Konferensi pers dipimpin Wakapolres Kompol Eko Mardiyanto. Di hadapan wartawan, Wakapolres mengatakan pelaku nekat membegal tetangganya sendiri karena desakan ekonomi.

Baca Juga :  Tambah Satu Kakek 80 Tahun Positif dan 3 Meninggal Dunia, Angka Kasus Covid-19 Sragen Melaju di Angka 467. Total Sudah 65 Warga Meninggal Dunia

Pelaku beraksi sendirian dengan mengadang pasutri tetangganya, Puji Astuti (30) dan Sugimin (38) yang hendak belanja ke pasar. Pelaku mencegat dan menodongkan parang sambil menggertak minta korban menyerahkan tas berisi uang Rp 3 juta.

“Sekitar pukul 2.30 WIB pagi, pelaku menghadang korbannya di jalan tengah persawahan. Menggunakan penutup wajah, pelaku kemudian mengancam korban dengan sebilah parang,” ujar Wakapolres Sragen, Kompol Eko Mardianto.

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso menguraikan usai berhasil merampas tas berisi uang tunai Rp 3 juta dan ponsel milik korban, pelaku pun melarikan diri.

Baca Juga :  Dapat Posisi Kanan, Cabup Petahana Sragen, Mbak Yuni Langsung Ucapkan Alhamdulillah. Optimis Bakal Jadi Awal Yang Baik, Sebut Masyarakat Juga Makin Mantap Memilih di 9 Desember 2020

Selesai beraksi, pelaku yang menggunakan penutup kepala dan sajam, kabur. Nahas, pelaku tak sempat menikmati hasil kejahatannya karena korban mengenali gerak-geriknya dan melapor polisi. Kasus ini pun terungkap hanya dalam waktu 3 jam.

“Namun nampaknya kedua korban sudah mengenali gerak-gerik pelaku. Karena selain bertetangga, korban sering lewat kalau mau kulakan ke Pasar Gabugan. Korban pun berinisiatif melapor ke kades setempat,” jelasnya. Wardoyo