JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dengan Cara Penghitungan Baru, Jumlah ODP dan PDP Turun Drastis

Juru bicara penanganan wabah virus Corona, Achmad Yurianto memberikan update terkait kasus Covid-19 di kantor presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, kini pemerintah menggunakan cara baru dalam penyampaian jumlah Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 pada 18 Mei 2020.

Yurianto menjelaskan, selama ini data yang disampaikan oleh pemerintah merupakan data akumulasi seluruh orang yang pernah berstatus ODP dan PDP.

Sementara lewat cara pelaporan baru yang hari ini dilakukan, ODP yang sudah dinyatakan sehat akan dikeluarkan dari data tersebut.

Baca Juga :  Ancaman Reshuffle, Golkar Bilang Menterinya Kerja Luar Biasa

Demikian pula dengan orang yang berstatus PDP. Apabila hasil tes menyatakan positif, maka dia akan masuk kelompok positif Covid-19.

“Jika negatif dan sembuh atau meninggal, maka bukan Covid-19,” kata Yurianto Senin (18/5/ 2020).

Dengan cara ini, jelas Yurianto, jumlah ODP yang diumumkan oleh pemerintah per hari ini turun drastis menjadi 45.047 orang.

Baca Juga :  Ramai Wacana Pajak Sepeda, Ini Tanggapan dari Kemenhub

Begitu pula jumlah PDP berkurang menjadi 11.422 orang. Kemarin, jumlah PDP masih berada di angka 270.876 orang, sedangkan PDP berjumlah 35.800 orang.

“Kami hanya melaporkan kasus ODP seluruh indonesia yang sedang kami pantau dan kasus PDP yang masih kami awasi hingga hari ini,” kata Yurianto.

www.tempo.co