JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Gandeng SMA Pradita Dirgantara, UPT Layanan Internasional UNS Bahas ‘New Normal’ Pascapandemi Covid-19

Ilustrasi new normal. Pixabay/iXimus
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Webinar bertajuk A New Normal: What Will the Future Look Like? pada Kamis (21/5/2020).

Dalam Webinar tersebut, UPT Layanan Internasional UNS secara khusus menggandeng SMA Pradita Dirgantara untuk mengulas tatanan baru kehidupan masyarakat yang diprediksi akan berubah pascapandemi Coronavirus Disease 2019(Covid-19) berakhir.

Dua pembicara utama turut dihadirkan UPT Layanan Internasional UNS dalam kesempatan tersebut. Mereka adalah Dr. Candra Chahyadi dari Eastern Illinois University, Amerika Serikat, dan Dr. Ruth Tacneng dari Universite de Limoges, Perancis.

Selain itu, webinar juga dihadiri oleh Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho, Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama UNS, Prof. Sajidan, Kepala UPT Layanan Internasional UNS, Irwan Trinugroho, Ph.D, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Perancis Prof. Warsito, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Amerika Serikat, Popy Rufaidah dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Jalannya Webinar dibuka langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto. Dalam sambutannya di hadapan 300 peserta yang mengikuti jalannya Webinar, Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bila pandemi Covid-19 berdampak hampir disegala lini kehidupan masyarakat, baik dari segi ekonomi, sosial, dan budaya.

“Secara global Covid-19 telah menginfeksi hampir 5 juta orang. Banyak negara yang merespon dengan me-lockdown wilayahnya. Hal tersebut bahkan menyebabkan perubahan di semua aspek kehidupan kita. Banyak hal berubah secara drastis dalam kehidupan kita, baik perilaku ataupun tren, yang akan datang,” ujar Nanny Hadi Tjahjanto.

Baca Juga :  TNI dan Polri Kawal Satpol PP Copoti Spanduk Bergambar Habib Rizieq Shibab di Kota Solo

Perubahan drastis yang disebut oleh Nanny Hadi Tjahjanto tersebut senada dengan pernyataan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang mengatakan bila perubahan drastis dalam kehidupan masyarakat mengakibatkan timbulnya kesadaran orang untuk mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan tetap berada di rumah menjadi lebih tinggi.

Sebagai pucuk pimpinan pada satuan TNI AU, Marsekal TNI Fadjar menegaskan bila dilihat dari perspektif pertahanan dan keamanan selama pandemi Covid-19, TNI AU siap untuk melaksanakan tugas yang diberikan negara untuk mendukung pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sebagai pembicara pertama, Dr. Candra Chahyadi, menyampaikan materinya yang berjudul The Future of Higher Education Industry 4.0. Sebagai WNI yang menjadi pengajar di Negeri Paman Sam, ia menyampaikan 5 poin utama yang menjadi landasan bagi ranah pendidikan tinggi dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Diantaranya adalah tingginya kesempatan untuk bersekolah, banyaknya alternatif spesialisasi, berkurangnya interaksi manusia, tingginya lingkungan yang kompetitif, dan homogenitas SDM.

“Semenjak pandemi Covid-19 melanda, meski ada yang melakukan lockdown, awalnya orang-orang menjadi senang karena mereka dapat terhubung satu sama lain dengan fasilitas telekonferen, seperti Zoom meeting. Tapi sekarang tidak, orang menjadi bosan dengan Zoom meeting. Di masa depan, pendidikan tinggi diprediksi dengan kelas daring. Tapi saya tidak begitu yakin harus dilakukan dengan full daring, karena banyak orang yang merasa kelas tatap muka lebih baik ketimbang kelas online,” ujarnya.

Baca Juga :  WOW, BPS Sebut 10,2% Anak di Jateng Lakukan Kawin pada Usia Anak

Walau disatu sisi masih banyak orang yang memilih pembelajaran secara tatap muka, namun di sisi lain Dr. Candra Chahyadi melihat bila ongkos yang dikeluarkan dalam pembelajaran daring lebih hemat daripada pembelajaran tatap muka yang lebih mahal 75% hingga 100%. Pelajar juga akan dimudahkan sebab mereka tidak perlu lagi pergi ke luar negeri bersekolah/ berkuliah karena semuanya dapat diakses dengan mudah secara daring.

Pembelajaran secara daring tentunya juga harus didukung dengan infrastruktur jaringan yang memadai, seperti ketersediaan dan keterjangkauan sinyal internet. Topik bahasan tersebut juga disinggung oleh Dr. Ruth Tacneng yang mengatakan selama pandemi Covid-19 melanda dunia, terjadi peningkatan media digital secara signifikan. Hal tersebut ia amati dari intensitas penggunaan internet di berbagai negara di dunia, seperti di Indonesia, Lithuania, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

Hal lain yang ia amati adalah untuk memajukan pembelajaran daring juga perlu didukung dengan penggunaan data science seperti machine learning dan artifial intelligence. Dr. Ruth juga mengatakan bila dimasa depan tidak menutup kemungkinan pembelajaran akan dikombinasikan, baik pembelajaran secara tatap muka maupun pembelajaran daring.

“Nantinya akan muncul sistem pembelajaran yang disebut dengan blended learning, yaitu kombinasi antara pembelajaran online dan pembalajaran di dalam kelas,” terang Dr. Ruth. Prihatsari