loading...

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar menggembirakan menghampiri dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jumat (22/5/2020). Sebanyak tujuh pasien positif corona virus atau covid-19 di Sragen dinyatakan sembuh.

Mereka pun diperbolehkan pulang dari lokasi perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro dan RS Darurat Corona Sragen.

Tujuh pasien sembuh itu dipulangkan dengan prosesi pelepasan yang dipimpin Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di halaman Teknopark Sragen, pagi tadi.

Tujuh pasien positif itu terdiri dari enam laki-laki dan satu pasien perempuan. Enam pasien laki-laki yang sembuh semuanya adalah jemaah tabligh Ijtima Ulama Gowa.

Sedangkan satu pasien perempuan yang sembuh adalah tenaga medis di Puskesmas Sidoharjo asal Desa Jambanan yang tertular dari pasien positif covid-19 klaster Gowa asal Patihan, Sidoharjo.

Bupati Sragen menyampaikan ketujuh pasien itu dinyatakan sembuh setelah hasil dua kali swab terakhir menunjukkan tanda negatif.

Baca Juga :  Hasil Tes Swab PDP Meninggal Asal Paranggupito Wonogiri Sudah Keluar, Ternyata Dua Kali Negatif

“Tadi malam hasil swabnya keluar, negatif. Semoga kesehatan, keselamatan dan kekuatan tetap menyertai Bapak Ibu semua. Kami atas nama Pemkab Sragen, menghaturkan terimakasih kepada tim medis, gugus tugas, tenaga medis, dokter yang senantiasa memberikan waktu, tenaga, pikiran untuk mengendalikan covid-19 di Sragen,” paparnya saat memberi sambutan pelepasan.

Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen itu menguraikan dengan sembuhnya tujuh pasien hari ini, maka total sudah ada 13 pasien positif yang berhasil sembuh di Sragen.

Sebelumnya, hingga Kamis (21/5/2020) sudah ada enam pasien yang terlebih dahulu sembuh dan pulang.

Menurut bupati, dengan sembuhnya 13 pasien, maka dari total 31 pasien positif terinfeksi covid-19, tinggal 18 pasien yang masih menjalani perawatan.

Baca Juga :  Minta Masyarakat Tak Takut, Sekda Sragen Kembali Jalani Rapid Test Kedua. Begini Hasilnya!

“Dari 31 yang positif, satu meninggal dunia, saat ini yang dirawat di Moewardi Solo dua orang. Sisanya adalah teman-teman kita yang dirawat di Gedung SMS untuk pengawasan lebih lanjut. Swab pertama sudah, nanti akan kita ambil swab kedua. Semoga hasilnya negatif sehingga bisa pulang,” terangnya.

Menurut Bupati, dengan kesembuhan pasien yang cukup banyak itu, membuktikan di satu sisi mereka telah mematuhi anjuran pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah melalui tenaga medis sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan penanganan kepada para pasien sehingga bisa mendapat kesembuhan.

Meski sudah sembuh, para pasien itu diminta tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mengisolasi mandiri selama 14 hari terlebih dahulu.

“Setelah kondur bertemu keluarga, tetal lakukan protokol kesehatan. Lakukan PHBS, jaga kesehatan, tingkatkan sistem imun tubuh,” terangnya. Wardoyo