JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Keranjingan Main Game Online Mobile Legend dan Free Fire Sampai 15 Jam Perhari, Remaja asal Ambal Ditangkap Polisi

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebiasaan main game online ternyata berdampak buruk memicu kenekatan.

Salaj satunya terjadi pada remaja berinisial AF (17) warga Kecamatan Ambal yang nekat mencuri gabah puluhan kali.

Terakhir aksinya dipergoki warga saat mencuri di Desa Kembang Sawit Kecamatan Ambal pada hari Kamis (21/5/2020) sekira pukul 19.00 Wib.

Beruntung Polsek Ambal dapat segera datang ke lokasi kejadian, sehingga aksi main hakim sendiri bisa segera dihentikan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press rilis mengungkapkan, modus tersangka adalah mengincar tumpukan gabah yang tergeletak di depan rumah.

“Tersangka menunggu lengahnya korban. Tersangka mengambil gabah yang siap jual. Gabah-gabah yang diincar adalah gabah yang tidak dimasukkan ke rumah,” jelas AKBP Rudy saat press rilis, Kamis (28/5/2020).

Baca Juga :  Upacara HUT ke-74 Bhayangkara Digelar Virtual, Kapolda Jateng Tegaskan Penanganan Covid-19

Seringnya pencurian gabah membuat warga sekitar Ambal menjadi geram. Sehingga saat apa pencuri gabah tertangkap, warga gelap mata dan menghakimi tersangka.

Kepada polisi, tersangka nekat mencuri gabah puluhan kali karena kecanduan game online “Free Fire dan Mobile Legend”.

Dalam seminggu tersangka yang hanya bekerja menjual rumput bisa main bareng (Mabar) hingga 5 kali. Setiap kali bermain game, tersangka bisa 15 jam non stop di Warnet.

“Setiap akan main, tersangka mencuri dulu. Tersangka mencuri satu paket dengan sepeda ontel. Selanjutnya gabah dibawa menggunakan dengan sepeda yang juga hasil curiannya,” ungkap AKBP Rudy.

Menurut pengakuan tersangka, tersangka kerap melakukan pencurian gabah di wilayah Ambal dan Kutowinangun.

Setiap melakukan aksinya, ia tidak butuh waktu lama untuk menggondol gabah hasil panen para petani.

Baca Juga :  Hari Ini Kasus Covid-19 di Blora Bertambah Tiga Pasien

Kapolres Kebumen AKBP Rudy mengimbau kepada seluruh masyarkat untuk tetap waspada. Ia berpesan kepada para petani untuk menyimpan gabah hasil panen di tempat yang aman atau di dalam rumah.

“Sudah sering kami sampaikan melalui Bhabinkamtibmas, warga juga harus waspada. Gabah baiknya disimpan di tempat aman. Kita persempit kesempatan pelaku kejahatan,” tandas AKBP Rudy.

Kini akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun penjara telah menanti di depan mata.

Kini tersangka betul-betul tidak bisa menyalurkan hobi game online untuk waktu yang cukup lama. Kepada polisi tersangka mengaku kapok dan tidak akan melakukan aksi pencurian gabah di kemudian hari. Edward