JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pandemi Corona Bikin 47 Persen UMKM Bangkrut

Teten Masduki tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan sebanyak 47 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gulung tikar karena terdampak pendemi virus corona Covid-19.

Teten mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga dan Kementerian UMKM, wabah virus Corona memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan UMKM.

Dia menjelaskan bahwa pelaku UMKM pada saat ini harus menghadapi masalah yang cukup besar.

“Diramalkan survei 47 persen UMKM berhenti berusaha, kami juga mencatat hal yang sama,” katanya dalam diskusi virtual yang digelar Himpuni, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga :  KPU Sahkan Perubahan Peraturan Kampanye Pilkada dalam Masa Pandemi: Konser Musik hingga Kegiatan Perlombaan Dilarang, Ngeyel akan Langsung Dibubarkan

Pada saat ini, kata Teten, kebanyakan UMKM mengalami masalah kesehatan arus kas, sehingga harus merumahkan tenaga kerjanya.

Sementara itu, pelaku UMKM terkendala dari sisi supply karena terganggunya distribusi selama masa pandemi Covid-19. Selain itu, pelemahan dari sisi permintaan semakin menekan keberlangsungan UMKM dalam negeri.

“Jadi perlu quick win respons untuk menjawab ini, pemerintah sudah merumuskan 5 kebijakan untuk memitigasi problem UMKM yang terdampak 2 sisi tersebut,” katanya.

Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) turut menyoroti hal yang sama terhadap masalah UMKM pada saat ini.

Baca Juga :  Catatan KPU, Masih Ada 8 Bakal Calon Kepala Daerah Yang Positif Covid-19

Berdasarkan survei Himpuni soal UMKM perlu dukungan untuk bangkit dengan responden survei yang berasal dari kalangan pemilik atau pengelola UMKM, pemerhati UMKM, mahasiswa, dosen dan alumni perguruan tinggi berpendapat bahwa krisis ekonomi sebagai dampak pandemi korona membutuhkan dukungan untuk bangkit.

“Dukungan dibutuhkan khususnya dalam upaya meningkatkan penjualan dan aliran masuk kas,” ujar Maryono, Koordinator Presidium III Himpuni.

www.tempo.co