JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pura-pura Beli HP Lewat FB, Saat COD di Kabangan Solo, Pelaku Ancam dengan Pisau Dapur dan Rampas Barang Korban

Unit Reskrim Polsek Laweyan mengamankan seorang pemuda bernama Narendra Aji Pratama (19) dalam kasus perampasan HP di Kabangan, Laweyan Solo. Foto: JSNews/Prabowo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Unit Reskrim Polsek Laweyan mengamankan pemuda bernama Narendra Aji Pratama (19). Pemuda yang keseharian bekerja di pabrik es batu warga Mojosongo, Jebres itu diketahui melakukan tindakan perampasan dan pengancaman saat jual beli handphone.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku awalnya mencari calon korban dari laman jual beli di facebook. Sejurus kemudian, terjadi kesepakatan dengan korban bernama Rian Aryanto (21) warga Carikan, Juwiring, Klaten yang akan menjual handphone Realme 5i dengan harga Rp 2,2 juta.

Lantas keduanya sepakat bertemu atau COD di kawasan Kabangan, Laweyan. Korban kemudian menyerahkan handphone tersebut kepada korban.

Baca Juga :  Misteri Rudy Dan Gibran Dipanggil Megawati ke Jakarta, Ada Apa?

Alih-alih membayar, pelaku malah mengancam akan membunuh korban dengan menodongkan pisau dapur saat hendak memfoto proses penyerahan barang. Setelah itu pelaku melarikan diri dan korban melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Setelah mendapat laporan itu, tim langsung bergerak melacak melalui nomor handphone pelaku. Setelah itu pelaku kita amankan di rumahnya,” kata Kapolsek Laweyan Kompol Ari Sumarwono mewakili Kapolres Surakarta Kombes Pol Andy Rifai kepada awak media, Jumat (15/05/20).

Baca Juga :  Cerita Ketua NU Solo, Malam Berdoa Agar Ada Tambahan 1 Ekor Sapi dari Pekurban, Alhamdulillah Siangnya Ada Kiriman dari Gibran

“Pelaku sengaja mengajak bertemu di jalanan umum sekitar pukul setengah tujuh malam. Setelah barang diterima, pelaku mengancam dengan pisau,” tambahnya.

Sementara pelaku mengaku tak mempunyai uang dan dari awal berniat merampas handphone milik korban. Sehingga dia juga membawa pisau dapur untuk mengancam sang korban.

“Memang sudah rencana merampas. Setelah ketemu dan barang saya bawa lalu saya ancam menggunakan pisau,” ujarnya.

Akibat ulahnya itu, pelaku bakal dijerat pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Prabowo