JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Rutan Solo Bakal Kembali Terima Napi Baru Saat New Normal, Tapi dengan Prosedur Ini

Ilustrasi tahanan. pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana penerapan program New Normal, termasuk di Kota Solo membuat sejumlah pihak mulai bersiap diri. Termasuk Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Surakarta yang berencana kembali menerima warga binaan baru.

Sebelumnya, pihak Rutan memang tidak menerima tahanan saat Kota Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona. Terlebih lagi, pemerintah pusat menjalankan program asimilasi.

“Jadi saat ini kami sedang menyusun prosedur untuk penerimaan warga binaan baru nanti. Termasuk juga tentang protokol kesehatan,” kata Kasi Pelayanan Tahan Rutan, David Saptoaji Putra, Kamis (28/05/20).

“Mungkin dalam waktu sepekan sampai dua pekan kedepan sudah selesai. Tapi untuk koordinasi secara lisan sudah kita sampaikan ke jajaran Polres, Kejaksaan maupun pengadilan,” tambah dia.

Baca Juga :  Peradi Solo Berikan Asuransi Kepada Ahli Waris Anggotanya yang Meninggal Dunia

Prosedur yang cukup ketat bakal diterapkan jika penerimaan napi baru kembali dilakukan saat penerapan New Normal. David memaparkan, pertama pihaknya hanya akan menerima narapida, dengan kata lain status hukum sudah incrah.

Kemudian, narapidana juga harus dilengkapi dengan hasil rapid test yang menyatakan non reaktif. Rapid test itu disebut David dilakukan pihak yang mengirim narapidana.

“Nantinya narapidana diterima oleh tim khusus dengan menggunakan APD lengkap dibawah komando dokter Rutan. Kondisi kesehatan mereka akan diperiksa secara menyeluruh. Apabila suhu tubuh mereka tinggi, maka mereka akan ditolak untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga :  Sempat Kena Pukul, Begini Penjelasan Lengkap Kapolresta Solo Soal Kasus Penyerangan di Mertodranan Pasar Kliwon Solo

Tak berhenti sampai di situ, David menambahkan jika narapida yang lolos screnning lebih dulu menjalani karantina di sel khusus. Sel yang dipersiapkan merupakan bekas kamar tahanan anak dengan kapasitas maksimal 30 orang.

“Kalau di dalam sudah penuh, kita stop lagi peneriman selama 14 hari. Jika kelompok pertama sudah selesai (karantina) baru kita menerima lagi,” ungkap dia. Prabowo