JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Salut, Peduli Dampak Corona, Pramuka Kwarran Sragen Tergerak Santuni Puluhan Tukang Becak Hingga Buruh Korban PHK. Ketua Kwarran: Tengok Sekitar, Jangan Sampai Ada Tetangga Kelaparan Kita Tidak Tahu!

Ketua Pramuka Kwarran Sragen, Daryono saat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada tukang becak terdampak corona, Sabtu (2/5/2020). Foto/Wardoyo
Ketua Pramuka Kwarran Sragen, Daryono saat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada tukang becak terdampak corona, Sabtu (2/5/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah corona virus atau covid-19 benar-benar menjadi pukulan bagi semua sendi kehidupan. Banyak buruh di-PHK, pelaku usaha menutup operasi hingga kalangan masyarakat kecil terimbas kehilangan pencaharian.

Fenomena itu rupanya menggerakkan empati jajaran pengurus Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Sragen Kota, Kabupaten Sragen.

Prihatin dengan kondisi itu, tim Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Sragen berinisiatif menggelar aksi sosial dengan memberikan bantuan paket sembako kepada warga terdampak, Sabtu (2/5/2020).

Pembagian dipusatkan di SDN 6 Sragen tadi pagi. Tak kurang dari 80 warga terdampak di wilayah Sragen Kota dan sekitarnya hadir menerima paket bantuan sembako dari Pramuli Kwarran Sragen tersebut.

Ada tukang becah, buruh gendong, tukang rosok hingga buruh korban PHK, mendapat berkah paket bantuan berupa beras dan beberapa bahan pokok lainnya itu.

Sejak dibuka pagi pukul 08.00 WIB, mereka sudah berdatangan. Mengingat kondisi wabah covid-19 saat ini, pembagian juga dilakukan dengan memberlakukan protokol kesehatan.

Para penerima yang membawa kupon, bergiliran antri dengan jarak 1,5 meter satu sama lain. Mereka diwajibkan mengenakan masker, hand sanitizer, diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas, setelah dinyatakan sehat baru boleh mengambil paket bantuan.

Wajah sumringah pun terpancar dari warga penerima. Sulastri (50) tukang rosok asal Kampung Asemrejo, Sragen Kota misalnya. Ia mengaku bantuan paket sembako itu dirasakan sangat berarti di tengah sulitnya ekonomi semenjak wabah corona melanda.

Baca Juga :  Bikin Miris, Berikut Daftar 19 Warga Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Ada 6 Orang asal Mondokan dan 7 Orang dari Sidoharjo

Matur suwun sanget Bapak-Bapak saking Pramuli Kwarran Sragen. Niki (sembako) saget damel nyambung kebutuhan anak-anak. Saget ngurangu beban kebutuhan,” paparnya.

Senada, tukang becak asal Bugel, Tangkil, Mulyono (58) mengaku bantuan sembako itu begitu menolongnya lantaran saat ini pendapatannya makin tak menentu karena usaha becaknya kian sepi.

Sanget matur nuwun sanget. Ini mbecak juga sepi, makanya kadang pilih prei. Artone sing ongel Pak (uangnya yang sulit Pak),” urainya.

Ketua Pramuka Kwarran Sragen, Daryono menuturkan ada sekitar 80 paket sembako yang dibagikan kepada tukang becak, yatim piatu, dan buruh korban PHK.

Foto/Wardoyo

Mereka dipilih melalui koordinasi dengan RT di lingkungan sekitar yang disurvei langsung oleh tim Pramuli untuk memastikan penerima tepat sasaran.

“Kita bagikan kupon langsung ke rumah mereka untuk mengambil paket hari ini. Utamanya tukang becak onthel, lalu yatim piatu dan korban PHK. Sebagian besar dari sekitar Sragen Kota, tapi ada juga tukang becak yang mangkal di Sragen tapi domisilinya dari luar Sragen Kota, juga kita beri. Kita manusiawi, karena mereka sangat membutuhkan,” paparnya di sela kegiatan.

Daryono menguraikan aksi sosial itu digagas sebagai wujud partisipasi Pramuka Kwarran Sragen Kota untuk membantu pemerintah dalam penanganan dampak pandemi covid-19.

Baca Juga :  Wilayah Rawan Kekeringan di Sragen Meluas. BPBD Sebut Naik 70 % Menjadi 249 Dukuh, Warga Tangen Mengaku Sudah Malu dan Bosan Didroping

Melalui paket sembako itu, diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi. Namun lebih dari itu, aksi sosial itu juga sebagai implementasi dharma kelima dari Dasa Dharma Pramuka yakni Rela Menolong dan Tabah.

“Kebetulan kami di Kwarran punya khas sedikit. Kemarin melihat kondisi masyarakat seperti ini, kita langsung kumpul dan sepakat harus buat aksi sosial untuk membantu mereka yang membutuhkan,” terangnya.

Puluhan buruh korban PHK, tukang becak dan yatim piatu di Sragen saat antri mengambil bantuan sembako dari Pramuka Kwarran Sragen. Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, Daryono juga berharap aksi sosial itu juga bisa menanamkan jiwa kepedulian di kalangan anggota Pramuka Kwarran Sragen pada khususnya dan pengurus semua gudep pada umumnya.

Ia bahkan mendorong semua anggota untuk senantiasa memperhatikan kondisi tetangga lingkungan kanan kirinya dan segera memberikan bantuan apabila mereka kekurangan.

“Semoga bisa bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.

Ia menambahkan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, ia juga mengingatkan dan mengajak semua anggota untuk memberikan contoh ke lingkungan sekitar dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Tengok tetangga kita, bantu bagi yang memerlukan. Jangan sampai tetangga kita kelaparan kita tidak tahu. Semoga Allah meridhai dan segera membebaskan wabah covid-19 ini dari Sragen dan Indonesia,” pungkasnya. Wardoyo