JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Soal 3 ABK WNI Tewas dan Dibuang ke Laut, Cina Janjikan Perusahaan Kapal Bertanggung Jawab

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN di Laos, Kamis (20/2/ 2020) / tempo.co

JAKARTA JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Tewasnya tiga WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal berbendera Cina dan jasatnya dibuang ke laut, memantik pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, Kamis (7/5/ 2020).

Pertemuan tersebut membahas nasib anak buah kapal atau ABK Indonesia yang diduga mendapat perlakuan tak layak di kapal berbendera Cina.

Dalam pertemuan itu, Retno mengatakan Duta Besar menyatakan otoritas Cina akan bertanggung jawab mematuhi hukum yang berlaku dan kontrak yang telah disepakati.

Baca Juga :  Insentif Untuk Sektor Pariwisata Masih Menunggu Uji Klinis Vaksin Covid-19

“Sementara itu, komunikasi melalui jalur diplomatik, baik di Jakarta maupun di Beijing juga akan terus dilakukan secara intensif,” ujar Retno, Kamis (7/5/2020).

Retno menyatakan, dalam pertemuan itu dirinya menyampaikan kecurigaan adanya perlakuan tak layak di atas kapal yang telah menyebabkan kematian empat ABK asal Indonesia.

Retno meminta pihak otoritas Cina melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk kondisi situasi kerja dan perlakuan kerja di kapal.

Baca Juga :  Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Belum Dapat Dipastikan Dino Patti Djalal Terpapar Covid-19

Empat kapal tersebut adalah kapal Long Xin 605, Tian Yu 8, kapal Longxin 629 dan kapal Longxin 606. Ada 46 ABK Indonesia yang bekerja di empat kapal itu.

“Kami meminta kapada otoritas RRT agar dilakukan penyelidikan. Jika dari penyelidikan terbukti terjadi pelanggaran, maka kami minta otoritas RRT melakukan penegakan hukum secara adil,” ujar Retno.

www.tempo.co