JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

20 PNS Kota Semarang Terpapar Covid-19, Hendi Minta Masyarakat Tidak Cemas

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang akrab disapa Hendi. Istimewa
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang akrab disapa Hendi. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandami Covid-19 kian menyebar di Kota Semarang pada pertengahan bulan Juni 2020. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan sekitar 20 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) setempat terinfeksi virus corona.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta seluruh masyarakat Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah virus corona. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik dan cemas secara berlebihan.

“Masyarakat Kota Semarang harus menghindari rasa cemas dan rasa takut terhadap virus corona. Hindari kecemasan yang tidak perlu. Lakukan aktivitas, baik kerja maupun olahraga dengan seimbang kebiasaan yang baru ini.

Kebiasaan mencuci tangan, menggunakan masker saat berada di luar rumah untuk melindungi diri dari penularan Covid-19 juga bisa melindungi kita dari penularan Covid-19,” terang Hendi Hendi sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang saat memberikan keterangan resmi, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga :  Terlantar, Situs Kalitaman Butuh Perhatian Pemerintah

“Kita terus melakukan penelurusan. Masyarakt tidak boleh takut, tetap harus waspada. Jangan jauhi orangnya tapi jauhi penyakitnya. Jangan mengucilkan pasien yang positif Covid-19, bantu mereka, motivasi mereka agar segera sembuh,” sambung Hendi.

Lebih lanjut, Hendi menyebutkan, hasil alat tes Covid-19 lewat metode polymerase chain reaction (PCR) pada gelombang kedua ada sekitar 20-an ASN di lingkungan Pemkot Semarang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Berdasarkan test swab pada gelombang kedua, sekitaran 20 pegawai (ASN) kami terinfesksi Covid-19. Dari jumlah tersebut, 10 ASN yang terinfeksi virus corona merupakan pejabat structural,” bebernya.

Baca Juga :  Pria Usia 50 Tahun Kejang-kejang dan Muntah Darah di Halte Bus Trans Semarang, Meninggal Tak Lama Usai Dibawa ke Rumah Sakit

Dijelaskan oleh Hendi lebih lanjut, para ASN yang terinfeksi virus corona, saat ini tengah menjalani karantina secara mandiri, menjalani karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang serta di Balai Diklat. Hendi juga memastikan, seluruh ASN tersebut dalam kondisi yang baik. Kondisi kesehatan yang sudah mulai membaik ditunjukan dengan hasil negatif pada swab test selanjutnya.

“Hasil analisa kami, faktor penyebab para ASN yang terinfeksi virus corona merupakan tim penindak dari Satpol PP, di sisi lain terpapar virus kebetulan saat berinteraksi di ruang kerja,” imbuh dia.

Sekedar diketahui, sampai saat ini area kantor tempat ASN di lingkungan Pemkot Semarang yang terkonfirmasi positif Covid-19 bekerja disterilkan dengan disemprotkan disinfektan. Satria Utama