JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

4 Pelajar Sekolah Negeri Wonogiri Digrebek di Dalam Kamar Kos. Ada 2 Cewek dan 2 Cowok di Kamar Berbeda, Awalnya Mau Ambil Buku

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak empat pelajar SMA dan SMK negeri di Wonogiri digrebek warga di dalam kamar kos. Mereka terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Informasi yang dihimpun, mereka digrebek saat berada di dalam kamar kos di Dusun Bulusari RT 1 RW 3 Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri. Ketika digrebek dua pasang remaja pelajar itu tidak berbuat mesum. Bahkan mereka masih berpakaian lengkap.

“Tapi yang namanya warga banyak, mereka tetap khawatir, takutnya mereka berbuat mesum. Pemilik kos itu warga desa tetangga, tapi untuk pengawasannya diserahkan kepada Ketua RT setempat,” ungkap Kepala Desa Bulusulur Dwi Prasetyo, Senin (15/6/2020).

Menurut dia, peristiwa penggerebakan terjadi pada Minggu (14/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, warga mendapati ada dua penghuni kos, yang merupakan siswa di salah satu SMK di Wonogiri asal Kecamatan Kismantoro dan Sidoharjo bersama dengan dua orang perempuan. Pelajar perempuan itu merupakan siswi di SMK yang sama asal kecamatan Ngadirojo dan satu siswi berasal dari salah satu SMA di Wonogiri asal Kecamatan Wonogiri Kota.

Baca Juga :  838.732, Ini Jumlah Daftar Pemilih Sementara Atau DPS Pada Pilkada Wonogiri 2020

“Yang indekost adalah dua pelajar pria itu. Mereka datang ke rumah ketua RT setempat untuk meminjam kunci kamar kos sekitar pukul 09.30 WIB. Katanya, mereka hendak mengambil buku yang ada di kamar mereka. Namun, pada waktu itu Ketua RT tidak mengetahui jika dua pelajar itu membawa dua teman wanita,” beber dia.

Baca Juga :  Dikritik Netizen Lantaran Dianggap Mengumpulkan Massa Ketika Penyaluran JKN KIS di Saat Pandemi, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Berikan Klarifikasi

Namun, warga sekitar ternyata mengetahui kalau kedua pelajar ini membawa dua teman wanita masuk ke dalam kamar kos. Karena curiga akan berbuat mesum, maka warga kemudian menggedor pintu kamar kos yang tertutup rapat. Beruntung, waktu itu para pelajar ini tidak berbuat mesum, pakaian lengkap, kamar masih bersih dan tidak ada bekas-bekas apapun yang mengindikasikan adanya perbuatan terlarang.

Kedua pasang pelajar tersebut berada di kamar terpisah. Selanjutnya pihak orang tua dan sekolah didatangkan untuk diajak bermusyawarah. Dalam mediasi, warga meminta keduanya tidak lagi kos di dusun mereka. Aria