JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Achmad Yurianto: Banyak Masyarakat Masih Abaikan Physical Distancing di CFD

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto. Foto: Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan di masa transisi ke arah new normal masih memprihatinkan. Hal itu, salah satunya terlihat dari pelaksanaan car free day (CFD).

Demikian ditegaskan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Karena itulah, dia kembali mengingatkan pentingnya menerapkan physcial distancing dalam masa transisi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju kenormalan baru atau new normal Covid-19.

Baca Juga :  Korban Pemerasan dan Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta Tak Kunjung Buat Laporan, Polisi akan Jemput Bola ke Bali: Supaya Terang Benderang

Yurianto pun menyindir masyarakat yang masih tidak taat untuk jaga jarak, misalnya dalam kegiatan Car Free Day (CFD).

“Kami lakukan pemantauan di beberapa tempat seperti di pelaksanaan CFD, masih kami lihat masyarakat lupa bahwa physical distancing penting. Ini kami mohon untuk menjadi evaluasi bersama,” ujar Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB, Minggu ( 21/6/2020).

Baca Juga :  Mahfud MD Kumpulkan Sekjen Parpol Bahas Protokol Kesehatan Pilkada 2020

Selain itu, Gugus Tugas juga mendapati masyarakat yang tidak tertib menerapkan physcial distancing saat berada di bandar udara.

“Sekali lagi, physical distancing adalah sesuatu yang perlu,” kata Yurianto.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 21 Juni 2020, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 45.891 kasus. Dari angka tersebut, 18.404 pasien sembuh dan 2.429 pasien meninggal.

www.tempo.co