JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

ACT Berikhtiar Suplai Kebutuhan Makanan untuk Pengungsi Rohingya di Aceh Utara

Setiap hari ACT menyuplai kebutuhan makanan bagi pengungsi Rohingya di Aceh Utara. Foto: ACT
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

LHOKSEUMAWE, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengungsi Rohingya terdampar di Aceh utara setelah berlayar dengan kapal yang tak layak dan menempuh jalur yang panjang. Peristiwa tersebut menggerakkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk melakukan pendampingan.

Para pengungsi dari Rohingya tersebut ditempatkan sementara di di bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe Aceh. Setiap hari ACT terus menyuplai kebutuhan pangan untuk mereka. Setidaknya ACT menyiapkan 300 porsi makanan siap santap yang dibagi untuk tiga waktu, makan pagi, siang dan malam.

Sabtu (27/6/2020), dibantu tim Masyarakat Relawan Indonesia Lhokseumawe dan Aceh Utara, pendisitrbusian makanan siap santap dilakukan. Saat ini akses ke lokasi penampungan sementara warga Rohingya terbatas, tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona. Untuk itu, tim ACT dan MRI mendistribusikan pangan dengan protokol kesehatan.

“ACT tiap harinya akan menyuplai kebutuhan makanan siap santap bagi pengungsi Rohingya untuk makan pagi, siang, dan malam. Makanan ini berasal dari dapur umum yang sudah ACT dirikan di Jalan Medan-Banda Aceh Meunasah, Masjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe,” jelas Kepala Cabang ACT Jawa Tengah Giyanto, Ahad (28/6/2020).

Baca Juga :  Menengok Kesiapan Global Qurban - ACT di Gaza Jelang Idul Adha

Saat ini, bantuan pangan memang yang menjadi pokok bagi pengungsi Rohingya. Hal tersebut karena mereka tiba di Aceh Utara setelah terkatung-katung di lautan tanpa perbekalan serta kondisi kapal yang memprihatinkan dan nyaris tenggelam.

Mereka juga sekarang diisolasi, bagi pihak yang tidak berkepentingan tak diizinkan untuk melakukan interaksi dengan mereka dengan tujuan memutus rantai sebaran Covid-19.

Selain pemenuhan kebutuhan pangan, Ahad siang tim ACT dan MRI juga melakukan pendampingan psikososial bagi anak-anak pengungsi Rohingya. Mereka membutuhkan pendampingan karena di umurnya yang masih belia sudah terlibat dalam perjalanan panjang serta konflik kemanusiaan. Pengungsi Rohingya yang tiba pada Rabu (24/6) lalu itu terdata membawa 30 anak-anak. Relawan juga melakukan pembersihan di musala setempat agar warga Rohingya bisa merasa nyaman ketika beribadah.

Baca Juga :  Pandemi Corona Picu Kenaikan Jumlah Pesepeda Hingga 1.000 Persen

ACT hingga ke depannya akan terus melakukan pendampingan terhadap pengungsi Rohingya. Satu unit Humanity Food Truck yang mampu menghidangkan ribuan porsi makanan siap santap sedang dalam perjalanan menuju Aceh dari Jakarta.

Begitu juga Humanity Water Truck diberangkatkan sebagai pemenuh kebutuhan air. Pengerahan armada ACT ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi pengungsi yang melarikan diri dari tanah air sendiri akibat konflik kemanusiaan di Myanmar.

Lanjut Giyanto, ia mengajak masyarakat yang berada di Jawa Tengah khususnya untuk tetap peduli dengan pengungsi Rohingya atas dasar kemanusiaan. Bagi masyarakat yang ingin bersedekah terbaik untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan pengungsi Rohingya dapat ditunaikan secara virtual melalui tautan bit.ly/BantuMuslimRohingya. Prihatsari