JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Asisten Pribadi Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara, Denda Rp 300 Juta

Terdakwa Miftahul Ulum, seusai mengikuti sidang lanjutan dugaan suap penyaluran bantuan Kemenpora di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Miftahul merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi / tempo.co
Terdakwa Miftahul Ulum, seusai mengikuti sidang lanjutan dugaan suap penyaluran bantuan Kemenpora di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (13/5/2020). Miftahul merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Mifthahul Ulum dituntut hukuman 9 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana 9 tahun dan denda Rp 300 juta,” kata jaksa KPK, Ronald F Worotikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Baca Juga :  Jumlah Kematian Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 10.000, Korban Meninggal Sudah Ada di 34 Provinsi. Ini Peringkat dari Terbanyak

Jaksa menyatakan, Ulum terbukti menerima uang sebanyak Rp 8,6 miliar. Beberapa sumber uang berasal dari Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Ending Fuad Hamidy terkait pencairan dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Program Indonesia Emas.

Jaksa menyatakan, seluruh uang itu diterima Ulum atas perintah Imam Nahrawi. Sehingga ia tak dituntut hukuman tambahan berupa uang pengganti.

Baca Juga :  Suami Jaksa Pinangki Diperiksa Kejagung Terkait Kasus TPPU yang Melibatkan Isterinya

Menurut jaksa, pertimbangan yang memberatkan Ulum ialah perbuatannya mengganggu pelatihan atlet di Indonesia dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

Sementara hal yang meringankan terdakwa sopan dan memiliki tanggungan keluarga.

www.tempo.co