JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Bikin Cemas, Dalam Sehari Ada Dua Kasus Gantung Diri di Grobogan, Butuh Perhatian Khusus Pemerintah

Petugas kepolisian Polsek Brati bersama warga mengevakuasi jenazah Anis Lestari (27) warga Desa Kronggen, Brati, Grobogan, Kamis (4/6/2020) kemarin. Foto : Istimewa
Petugas kepolisian Polsek Brati bersama warga mengevakuasi jenazah Anis Lestari (27) warga Desa Kronggen, Brati, Grobogan, Kamis (4/6/2020) kemarin. Foto : Istimewa

GROBOGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sungguh ironi, fenomena bunuh diri di Kabupaten Grobogan mencuat di masa pandemi Covid-19. Dalam satu hari Kamis (4/6/2020) kemarin, dua peristiwa tragis kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terjadi di bumi bersemi. Hal itu membuktikan bahwa perhatian pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya peristiwa bunuh diri, khususnya berkaitan dengan perilaku yang salah mengenai mekanisme mengenai masalah kehidupan.

Data yang dihimpun, JOGLOSEMARNEWS.COM , peristiwa bunuh diri pertama terjadi di Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari.

Sukendi (24) yang berasal Dusun/Desa Wulung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Sukendi nekat mengakhiri kisah hidupnya di rumah Jumi yang tak lain merupakan kerabat korban di Dusun Getas, RT 08/ RW 03, Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari pada Kamis pagi (4/6/2020) sekira pukul 05.00 WIB. Aksi nekat Sukendi pertama kali diketahui oleh salah satu anggota keluarga Jumi. Saat itu, saksi hendak ingin bersih-bersih melihat sesuatu yang aneh tergantung pada belandar rumah milik Jumi.

Baca Juga :  Makam Ki Mandung dan Cermin Kehidupan Toleransi

Saat diamati, ternyata tubuh Sukendi tergantung. Melihat kondisi keponakannya, sontak saksi menjerit histeris dan memicu anggota keluarga lain dan warga sekitar gempar dan langsung berdatangan di rumah Jumi. Tidak lama melihat peristiwa tragis tersebut, warga sekitar langsung melapor ke pihak Polsek Wirosari.

Petugas kepolisian Polsek Brati bersama warga mengevakuasi jenazah Anis Lestari (27) warga Desa Kronggen, Brati, Grobogan, Kamis (4/6/2020) kemarin. Foto : Istimewa

Menurut Camat Wirosari Kurnia Saniadi mengatakan, peristiwa gantung diri itu kali pertama diketahui oleh Muyasri (55), warga setempat yang diketahui merupakan bibi pelaku bunuh diri.

Saat itu, Muyasri yang hendak membersihkan rumah Jumi melihat ada sosok menggantung di dalam rumah. Setelah didekati, sosok itu adalah keponakannya sendiri yang sejak kecil sudah ikut dengannya.

Dari pemeriksaan pihak terkait, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah serta membuat surat pernyataan.

“Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang dia.

Peristiwa tragis aksi mengakhiri hidup dengan cara gantung diri terjadi di Desa Kronggen, Kecamatan Brati sekitar pukul 12.00 WIB. Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , pelaku diketahui bernama Anis Lestari, warga setempat. Tidak diketahui penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jasad Anis perempuan berusia 27 tahun ini ditemukan gantung diri di ruang belakang depan kamar mandi. Peristiwa ini pertama kali pertama diketahui oleh adiknya Erni Silfiani (22), ketika pulang dari menengok tetangganya yang punya bayi.

Baca Juga :  Evaluasi Penegakkan Protokol Kesehatan, Inilah Pesan Ganjar untuk Kepala Satpol PP se-Jateng

Kapolsek Brati AKP Asep Priyana, saat dikonfirmasi wartawan saat membenarkan terjadinya peristiwa gantung diri di wilayah hukumnya. Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau bekas kekerasan.

“Setelah petugas melakukan pemeriksaan bersama tim kesehatan dari Puskesmas Brati, dipastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata AKP Asep.

“Pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah serta membuat surat pernyataan. Jenazahnya langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” sambung dia. Satria Utama