JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Global Wakaf-ACT Distribusikan 50 Ton Beras Wakaf Gratis untuk Masyarakat Terdampak Pandemi di Jateng dan DIY

Global Wakaf-ACT Mendistribusikan 50 Ton Beras Wakaf Gratis untuk Masyarakat Terdampak Pandemi di Jateng dan DIY. ACT Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi Covid-19 masih belum diketahui kapan akan berakhir, dampak dari bencana ini juga belum teratasi. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera ditambah masifnya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tak bisa terhindarkan.

Berbagai ikhtiar terbaik untuk membersamai masyarakat di kala pandemi terus dilakukan oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah. Untuk memenuhi kebutuhan pangan masayarakat di kala pandemi, Sebanyak 25 ton beras wakaf gratis dari Global Wakaf – ACT didistribusikan pada Ahad (28/6).

Sementara itu 25 ton berikutnya akan didistribusikan pekan depan. Seremonial pemberangkatan beras wakaf dilakukan di Lumbung Beras wakaf (LBW) yang berada di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

“Sudah ke tiga kalinya para petani yang diberdayakan oleh Global Wakaf melakukan panen raya. Alhamdulillah setiap panen raya, beras asli Desa Jipang ini kita kirimkan untuk membantu masyarkat di berbagai penjuru dunia. Seperti kita tahu ACT pernah mengirimkan beras dari Blora ini menuju Kepulauan Natuna, penyintas Gempa Lombok dan Palu. Bahkan beras Indonesia ini pernah dirasakan kenikmatannya oleh penduduk Palestina, Somalia dan Rohingya dalam program Kapal Kemanusiaan beberapa tahun lalu” ungkap Giyanto Kepala Cabang ACT Jawa Tengah dalam sambutannya.

Baca Juga :  Ganjar Cermati Progres Pembangunan Komplek GOR Jatidiri Semarang

Pada pemberangkatan sesi pertama ini, menurut Giyanto beras akan didistribusikan di posko utama satuan tugas penanganan Covid-19 dari ACT yang berada di Kota Yogyakarta, Semarang, Solo, Tegal dan Purwokerto. “Penerima manfaat dari beras wakaf ini adalah keluarga prasejahtera yang terdampak pandemi dalam rangkaian program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI). Selain itu tim ACT juga akan mendistribusikan bantuan beras untuk pondok pesantren yang kekurangan pangan dalam program Berisi atau Beras untuk Santri,” imbuh Giyanto.

Hadir pula dalam seremonial tersebut Danramil Kecamatan Cepu Surana, Kepala Desa Jipang Ngadi, Bhabinkamtipnas Desa Jipang Arifin, dan segenap relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya Danramil Kecamatan Cepu sangat mengapresiasi kegiatan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Global Wakaf-ACT. “Saya yakin bantuan beras ini sangat bermanfaat untuk bangsa Indonesia yang tengah kesushan akibat pandemi. Saya dengar dari tim ACT pada pekan depan akan mendistribusikan lagi sebanyak 25 ton beras di area Jawa Timur. Semoga tim yang bertugas senantiasa diberikan kesehatan dalam mengemban tugas mulia ini,” ungkap Surana.

Baca Juga :  Perhatian bagi Para Santri Asal Kendal Masih Jadi Prioritas

Adanya bantuan kemanusiaan ini, para petani Desa Jipang sangat terbantu secara ekonomi karena hasil panennya dibeli oleh Global Wakaf-ACT dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasaran ungkap Ngadi, Kepala Desa setempat.

“Peluncuran program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI) dari ACT sudah dirasakan para petani desa kami.
Hasil panen langsung dibeli dengan harga layak dan diolah di Lumbung Beras Wakaf (LBW),” ucap Lurah Ngadi.

Lanjutnya, “Selain itu dengan adanya huller padi di LBW juga dapat menyerap tenaga kerja di Desa Jipang. Alhamdulillah melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pangan dari hulu sampai ke hilir sudah mulai berjalan di Desa Jipang,” pungkas Ngadi. Prihatsari