JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Hendi Minta Masyarakat Tak Perlu Takut Gelar Akad Pernikahan Asal Disiplin Protokol Kesehatan Ditegakkan

Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan kepada para awak media di komplek Balai Kota Semarang, Selasa (2/6/2020). Foto: JSNews/Satria Utama
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah acara akad nikah yang digelar di Kota Semarang, berujung pilu. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat dikonfirmasi, membenarkan jika bertambahnya kasus corona virus disease 2019 (covid-19) di Semarang salah satunya dipicu oleh temuan kasus baru di sebuah acara pernikahan.

Kendati demikian, orang nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini meminta masyarakat tak perlu khawatir jika akan melakukan pernikahan. Pihaknya meyakini warga Kota Semarang semakin bijak dalam menghadapi persoalan tekanan pandemi covid-19.

Dirinya meyakinkan kegiatan pernikahan berjalan dengan lancar sepanjang SOP kesehatan dilaksanakan. Hendi juga menyampaikan, peristiwa akad nikah di Tambakrejo ini menjadi pembelajaran penting bagi warga Kota Semarang ketika ingin menggelar acara yang mendatangkan orang banyak.

“Sepanjang SOP kesehatan dilaksanakan pasti semua berjalan baik. Insya Allah bismillah sehat, dan acaranya akan berjalan dengan lancar,” terang Hendi, Senin (29/6/2020).

Baca Juga :  Temanggung Izinkan Warga Gelar Hajatan, Objek Wisata Mulai Dibuka

Hendi menekankan, kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan harus benar-benar ditegakkan. “Disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci penting,” kata Hendi.

Lebih lanjut, Hendi menyampaikan, pihaknya mencontohkan wedding organizer Patra Hotel Semarang, mereka telah menerapkan protokol kesehatan dalam acara pernikahan. Setiap orang yang masuk dilakukan sterilisasi. Selanjutnya, dicek suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer serta diberi masker.

Tempat duduk juga dibatasi sesuai SOP kesehatan

Menurut dia, tingginya angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kota Semarang menjadikan mengajak seluruh warga untuk tidak takut dengan covid-19. Tentunya dengan kedisiplinan protokol kesehatan di seluruh aktifitas masyrakat.

“Mari bersama-sama menerpakan SOP kesehatan, tidak hanya untuk diri kita tapi juga keluarga tercinta kita,” terang Hendi.

Baca Juga :  Produk Gula Semut Organik Purbalingga Tembus Pasar Eropa

“Aktivitas boleh jalan terus, tetapi wajib dan harus disiplin jalankan SOP kesehatan,” sambungnya.

Hendi menambahkan, pandemi covid-19 ini bagaikan pertandingan maraton yang berlangsung lama, vaksin yang belum ditemukan, dengan persebaran virus di mana-mana. Pihaknya juga meminta warga masyarakat untuk tidak khawatir jika bertemu petugas tes massal covid-19.

Dijelaskannya, upaya pengetesan massal di berbagai tempat di Kota Semarang ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana sebaran virus tersebut.

“Jika semakin cepat diketahui, akan semakin baik penanganan serta pencegahannya. Karenanya jangan takut atau malah sembunyi-sembunyi yang menyebabkan susah dideteksi,” terang dia.

Untuk diketahui, Akad pernikahan yang digelar di rumah pengantin wanita di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang Timur pada Kamis (11/6/2020) lalu telah menjadi klaster penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19). Satria Utama