JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Lanjutkan Kasus Kejahatan Perbankan, Korban Bantah Pernyataan Saksi UOB Soal Konfirmasi Deal Kurs

Suasana persidangan kasus dugaan kejahatan perbankan bank UOB Solo di pengadilan negeri (PN ) Solo, Selasa (28/4/2020). Foto: JSnews/Prabowo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Korban kasus kejahatan perbankan Bank UOB Surakarta, Roestina Cahyo Dewi membantah pernyataan saksi dari pihak bank berkait konfirmasi deal kurs.

Sidang kasus kejahatan perbankan Bank UOB Solo kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (15/06/20). Agenda sidang kali ini adalah menghadirkan saksi ahli dari pihak terdakwa termasuk customer service (CS) bank.

Baca Juga :  Pernikahan Kaesang-Erina Bakal Dijaga 2.188 Polisi. Semua Titik Dipantau CCTV

Dalam kesaksiannya, salah satu CS di depan majelis hakim menjelaskan telah mengkonfirmasi Dewi perihal deal kurs dari USD ke rupiah melalui sambungan telepon. Pihak bank menyebut sekitar lima kali prosedur konfirmasi dilakukan.

Menanggapi itu, Dewi membantah keras pernyataan dari saksi pihak Bank UOB Solo. Dirinya menegaskan tak pernah dikonfirmasi pihak bank dalam hal ini costumer service (CS).

“Saksi mengatakan bahwa menelpon saya menggunakan handphone Waseso untuk konfirmasi. Padahal saya sampaikan tidak pernah ada telepon dan konfirmasi seperti itu,” tegas Dewi usai persidangan.

Baca Juga :  Kapolresta Surakarta Tegaskan, Fenomena Klithih di Solo Hoaks

“Kalau pegawai bank bilang sudah telepon saya termasuk menanyakan saldo terakhir dan sebagainya ya kan ada rekaman, disampaikan saja. Tidak hanya ngomong dan rumusnya dengan pokokke,” tambah dia.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com