JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Mahasiswa Uniba Solo Tuntut Transparansi Keuangan Kampus

Mahasiswa Universitas Islam Batik (Uniba) Solo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Uniba menggelar aksi damai, Senin (22/6/2020), di halaman kampus setempat. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Islam Batik (Uniba) Solo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Uniba menggelar aksi damai, Senin (22/6/2020), di halaman kampus setempat. Aksi damai tersebut mengajukan 10 poin aspirasi diantaranya menuntut transparansi tata kelola keuangan kampus.

Secara lengkap, 10 aspirasi yang disampaikan tersebut meliputi aspirasi agar Uniba mewujudkan transparansi tata kelola kampus meliputi keuangan dan perumusan kebijakan yang ada di UNIBA Solo.

Aspirasi kedua, memberikan dukungan penuh kepada segala aspek pengembangan potensi yang ada untuk mahasiswa dan organisasi mahasiswa, serta adanya transparansi dan sosialisasi mata anggaran pendanaan kegiatan ormawa terhadap organisasi mahasiswa.

Ketiga, mengembalikan fasilitas saran dan prasarana salah satunya sekretariat organisasi mahasiswa untuk pusat kegiatan akademik dan non akademik guna mengembangkan minat bakat serta potensi seluruh mahasiswa.

Aspirasi ke empat yaitu mengajak seluruh lapisan civitas akademika untuk sama-sama menertibkan tata kelola administrasi dalam lingkup perizinan serta pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di kampus UNIBA Solo.

Baca Juga :  Bermodal Pistol Mainan dan Ngaku Polisi, Residivis Asal Gilingan Solo Lakukan Pemerasan di Kawasan Monumen Banjarsari

Kemudian aspirasi kelima, menolak segala bentuk tindakan intimidasi dan intervensi yayasan terhadap kehidupan masyarakat kampus atau civitas akademika UNIBA Surakarta.

Kembalikan hak-hak mahasiswa yang bersifat personal atau kelembagaan menjadi aspirasi keenam dan berhenti memanfaatkan mahasiswa sebagai alat untuk menjalankan sistem operasional kampus menjadi aspirasi ketujuh dan memperjelas alih fungsi rektorat dalam menjalankan sistem administrasi kampus menjadi yang ke delapan.

Selanjutnya aspirasi ke sembilan yaitu mewujudkan relaksasi dan keringanan biaya perkuliahan terhadap mahasiswa yang terdampak pandemic covid-19 dalam bentuk SPP dan UKT sewajarnya pada semester depan atau ganjil.

Serta merealisasikan subsidi pulsa kuota untuk mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam jaringan pada kondisi pandemic covid-19 saat ini menjadi aspirasi yang terakhir.

Rektor Uniba Solo, Pramono Hadi mengatakan, setelah melalui serangkaian diskusi terbuka antara pihak mahasiswa dan YAPERTIB Surakarta, serta disaksikan oleh rektorat dan mahasiswa yang turut andil dalam aksi damai telah didapat beberapa kesepakatan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Baca Juga :  Indonesia Butuh 2 Juta Lapangan Kerja Tiap Tahun, UU Cipta Kerja Penting untuk Majukan Iklim Investasi

“Hasil diskusi yang didapatkan adalah mahasiswa akan dilibatkan dalam rapat anggaran sebagai bentuk transparansi tata kelola universitas. Aspirasi-aspirasi tersebut akan dipenuhi oleh pihak YAPERTIB Surakarta dengan batas waktu maksimal tanggal 1 September 2020. Namun, ada dua poin khusus yaitu khusus poin nomor 9, akan diberikan cashback maksimal sebesar 10% untuk setiap UKT yang dibayar lunas,” paparnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan damai dan kondusif yang dimulai pukul 08.00-14.30 WIB. Aksi berawal dari aliansi mahasiswa Uniba yang memasuki halaman kampus. Kemudian para mahasiswa tersebut diterima oleh Rektor dan Wakil Rektor Uniba Solo. Mahasiswa melakukan orasi dan membacakan aspirasi mereka. Pelaksanaan aksi damai terjeda pada saat memasuki sholat Dzuhur.

Para mahasiswa secara bersama-sama menggelar sholat dzuhur berjamaah di halaman UNIBA Surakarta yang juga tempat mereka melakukan aksi damai. Aksi damai diakhiri setelah terjadi kesepakatan antara pihak Yapertib Surakarta yang diwakili oleh Ketua YAPERTIB Surakarta, Sahrial Amri didampingi oleh Sekretaris, Bendahara, dan Anggota Pembina YAPERTIB Surakarta. Prihatsari