JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Pandemi Corona, Jumlah Investor di Solo Tetap Meningkat

Ilustrasi grafik investasi. Pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah investor pasar saham di Solo terus meningkat meskipun di tengah pandemi Corona. Data jumlah investor per Mei 2020 di Solo berada di angka 29.623 dimana jumlah tersebut naik 404 dari bulan sebelumnya, 29.219.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, Wira Adibrata mengungkapkan, meskipun di tengah pandemi covid-19, edukasi terkait pasar saham tetap berjalan seperti biasanya. Namun mematuhi anjuran pemerintah, edukasi diberikan secara daring.

“Edukasi tetap jalan secara online. Dengan kondisi ini kami tetap berusaha memberikan apdet market dan membahas perkembangan pasar. Kami juga menggandeng sekuritas-sekuritas di Solo untuk mereview pasar pagi dan sore setiap harinya,” ujarnya, Minggu (21/6/2020).

Baca Juga :  Ekosistem Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja Jamin Fleksibilitas Investor

Ditambahkan Wira, pihaknya selalu memberikan stimulan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat agar tetap bisa apdet market.

Dalam hal ini, Seminar online dan sekolah pasar modal juga tetap dijalankan dengan normal.

“Langkah ini efektif dan bisa dilihat hasilnya dari jumlah investor Solo yang terus meningkat,” tukasnya.

Baca Juga :  Ekosistem Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja Jamin Fleksibilitas Investor

Sebelumnya, Self Regulatory Organization (SRO) koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan serangkaian stimulus yang akan diberikan kepada stakeholders pasar modal. Stimulus ini diharapkan dapat meringankan beban di tengah pandemi Corona.

Diantara stimulus tersebut yaitu BEI yang akan memberikan dukungan penyediaan dukungan penyediaan infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung work from home (WFH).

“Memang ada beberapa kebijakan stimulus yang diharapkan dapat memberikan keringanan dalam menggalang dana jangka panjang dari masyarakat,” pungkasnya. Prihatsari