JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Masuk New Normal, Dapur Umum TNI- Polri Di Sragen Mendadak Ngebul Lagi. Dandim Ungkap Masih Banyak Masyarakat Abai Protokol Covid-19!

Dandim Sragen saat meninjau dapur umum TNI Polri di Makodim. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dandim Sragen saat meninjau dapur umum TNI Polri di Makodim. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dapur umum yang dirintis TNI-Polri yang berada di Kodim Sragen sampai saat ini masih beroperasi.

Dapur umum yang dibuka oleh Dandim Sragen Letkol kav Luluk Setyanto dan Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo pada 24/04/2020 lalu itu hingga kini masih terus beroperasi menyuplai makanan di tengah pandemi covid-19.

Dapur umum sempat berhenti beberapa waktu setelah lebaran, namun kini dapur umum mengebul lagi.

Baca Juga :  17 Proyek di Sragen Diduga Beraroma Makelaran. Bendahara LSM Ungkap Ada Pertemuan Bahas Fee di Solo, 17 Pengusaha Galian C Juga Sempat Dijanjikan Menang Tapi...

Menurut Komandan Kodim Sragen, Letkol Kav Luluk, pendirian dapur umum bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam proses adaptasi penerapan New Normal di Kabupaten Sragen.

Karena dengan berlakunya New Normal tidak serta merta kehidupan perekonomian berjalan normal, namun perlu waktu untuk menyesuaikan.

“Selain itu sambil membagikan makanan juga dilaksanakan sosialisasi bahwasanya New Normal bukan merupakan akhir dari pandemi Covid-19. Melainkan sebuah awal agar kehidupan masyarakat tetap produktif dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan” kata Dandim Kamis (18/6/2020).

Baca Juga :  Duh, Kades Tegaldowo Gemolong Sragen Yang Positif Covid-19 Ternyata Sempat Ikut Rapat Bersama Para Kades dan Sekcam. Pelayanan Balai Desa Ditutup?

Lebih lanjut Letkol Kav Luluk mengatakan sosialisasi harus terus digencarkan karena masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

Kemudian tidak menggunakan masker, melanggar physical distancing maupun melupakan kebiasaan cuci tangan.

“Kesuksesan New Normal menuntut adanya gotong royong dari segenap warga untuk menerapkan perilaku baru sesuai protokol Covid- 19,” tandasnya. Wardoyo